Kebijakan Ganjil Genap Dikaji untuk Diterapkan di Jalan Margonda Depok

Kompas.com - 14/03/2019, 20:16 WIB
Jalur sepeda di Jalan Margonda, Kamis (23/1/2019).KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVA Jalur sepeda di Jalan Margonda, Kamis (23/1/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Heru Wisnu Wibowo mengatakan, akan ada penerapan ganjil genap di Jalan Margonda saat hari libur atau weekend setelah tanggal 17 April 2019.

Menurut Heru, volume kendaraan yang menumpuk menjadi penyebab utama pusat kuliner dan belanja tersebut mengalami macet.

Baca juga: Maret 2019, Rambu Ganjil-Genap di DKI Diganti Rambu Elektronik

“Di Jakarta kan hari kerja nih (macetnya), kalau Depok di akhir pekan karena banyak warga yang bekerja di Jakarta dan tinggalnya di Depok,” kata Heru saat ditemui di kawasan Tapos, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, penerapan ganjil genap di Depok dapat meminimalisir warga Depok yang membawa kendaraannya sendiri.

“Memang bagaimana cara mengatasinya, ya salah satunya tadi sistem GaGe yang akan digaungkan mungkin pada akhir pekan ya, tapi itu nanti setelah tanggal 17 April akan dilaksanakan. Saya sudah dibisiki sama Kadishub Depok katanya nanti diterapkan ganjil genap setelah tanggal 17 April. Tapi nanti coba ditanya lagi ke dia soalnya dia sounding ke saya belum sampai satu bulan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Depok Dadang Wihana membantah pernyataan tersebut.

Menurut Dadang, dirinya belum menginformasikan waktu yang tepat kapan adanya ganjil genap di Jalan Margonda.

Baca juga: Ganjil Genap di DKI Diperpanjang, Dishub Masih Temui Puluhan Pelanggar

“Saya belum ada sounding, belum diagendakan ke arah sana,” ucap Dadang.

Ia mengatakan, hingga kini ganjil genap di Margonda masih dalam kajian dengan stakeholder yang berkaitan dengan peraturan tersebut.

“Masih dalam kajian, nanti dikabari kalau sudah ada waktu penerapannya,” tuturnya.


Terkini Lainnya

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Megapolitan
Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Regional
BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

Nasional
Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Regional
Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Nasional
Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Regional
Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Nasional
Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Nasional
Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Regional
Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Regional
La Nyalla Ancam 'Amputasi' Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

La Nyalla Ancam "Amputasi" Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Regional
Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Regional
TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

Regional
Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Megapolitan

Close Ads X