Sopir dan Kernet Bus Diserang Sekelompok Pemabuk di Depan Masjid JIC

Kompas.com - 14/03/2019, 21:30 WIB
Ilustrasi penyeranganHANDINING Ilustrasi penyerangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima pemabuk menyerang sopir dan kernet bus yang menunggu penumpang di depan Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Selasa (12/3/2019).

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry Suharto mengatakan, para pemabuk itu tiba-tiba menyerang dengan merusak kaca bus dan memalak sopir dan kernet bus tersebut.

"Tiba-tiba datang para pelaku yang tidak dikenal dalam keadan mabuk dan memukul kaca mika bus hingga pecah, kemudian salah satu pelaku meminta uang kepada pelapor dan diberi oleh pelapor sebesar Rp 50.000," kata Andry saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/3/2019).

Namun, pelaku tersebut tidak puas akan uang yang diberikan oleh sopir berinisial AS dan memaksa AS kembali memberikan uang yang ia punya.

Baca juga: Diminta Tolong Renovasi Rumah, Pria Ini Malah Sekap dan Rampok Pasutri Lansia

Sang kernet yang bernama US pun memberikan uang sebesar Rp 22.000 kepada para pelaku. Namun, para pelaku masih belum puas dengan uang yang telah mereka terima.

Mereka pun memaksa AS dan US menyerahkan dompet dan telepon genggam yang berada di saku celana mereka. AS dan US yang menolak pun diancam.

"Lalu para pelaku memukuli pelapor dan saksi dengan menggunakan tangan kosong dan mengancam dengan parang yang diselipkan dipinggang," ujar Andry.

Karena ketakutan, AS mesti merelakan dompetnya yang berisi SIM, KTP, dan surat-surat mobil serta uang.

Total kerugian dari peristiwa ini mencapai Rp 5.070.000.

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Dibunuh Rampok, Pelaku Menyerahkan Diri

Setelah para pelaku kabur, AS dan US pun melapor ke Mapolsek Koja. Polisi langsung bergerak dan dapat membekuk dua pelaku yaitu Rudolfus dan Hani di kawasan Koja.

Selanjutnya, polisi menangkap pelaku lainnya bernama Agung yang kabur ke daerah Cibitung. Saat ini, dua pelaku lainnya, yaitu Beni dan Mino, masih diburu polisi

Akibat perbuatannya, kelima pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya, maksimal 12 tahun penjara.


Terkini Lainnya

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Megapolitan
Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Regional
BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

Nasional
Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Regional
Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Nasional
Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Regional
Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Nasional
Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Nasional
Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Regional
Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Regional
La Nyalla Ancam 'Amputasi' Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

La Nyalla Ancam "Amputasi" Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Regional
Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Regional
TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

Regional
Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Megapolitan

Close Ads X