8 Terduga Pelaku Prostitusi Online di Kebagusan City Ditangkap

Kompas.com - 15/03/2019, 07:18 WIB
Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto diambil Rabu (19/12/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIApartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto diambil Rabu (19/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola apartemen Kebagusan City, Pancoran, Jakarta Selatan bersama aparat Kelurahan Kebagusan dan kepolisian menggrebek delapan terduga pelaku prostitusi online yang beroperasi di apartemen itu pada Kamis (14/3/2019) malam.

Para terduga pelaku ditangkap setelah tim melakukan penjebakan dengan berpura-pura memesan jasa yang ditawarkan mereka.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, tim mulai bergerak Kamis malam pukul 19.00 WIB dan langsung mengamankan dua orang perempuan beserta satu pria. Para tersangka diamankan di posko keamanan apartmen Kebagusan City.

Baca juga: 2 Mucikari Prostitusi Online di Kupang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kemudian tim langsung bergerak ke kamar kedua dan mengamankan tiga orang perempuan beserta satu orang pria yang diduga berperan sebagai mucikari.

Sementara pada penangkapan terakhir, seorang perempuan ditangkap di sebuah kamar di lantai 10 tower C.

Kepala keamanan apartemen Kebagusan City Bernard mengatakan, penggerebekan itu  dilakukan karena keberadaan para terduga pelaku prostitusi tersebut meresahkan warga lain yang tinggal di apartemen.

"Karena memang ini maunya warga juga untuk kami eksekusi, karena memang hunian banyak anak kecil, dalam artian bisa jadi contoh gak benarlah," kata Bernard.

Ia menyampaikan para terduga pelaku menjajakan diri melalui aplikasi-aplikasi media sosial seperti Twitter, WeChat dan Facebook. Mereka menawarkan tarif Rp 900.000 hingga Rp 1 juta.

"Kami punya data di CCTV yang satu kelompok semalam aja dia menaikkan laki-laki empat kali. Hari ini sudah 3 kali. Jadi kami ada CCTV dari lobi, ada lIft, tiap lantai ada jadi gak bisa ngelak," ujar Bernard.

Lurah Kebagusan, Leo Yudhantara yang turut hadir di lokasi mengapresiasi langkah pihak pengelola menertibkan orang-orang itu.

"Yang dilakukan pengelola luar biasa, tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak sebagai konsumen. Barang bukti sudah cukup jelas dan kami akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan," kata Yudha.

Baca juga: Terlibat Prostitusi Online, Remaja Ini Tawarkan Anak di Bawah Umur Seharga Rp 4 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Megapolitan
TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

Megapolitan
Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

Megapolitan
49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

Megapolitan
Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

Megapolitan
[UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

[UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

Megapolitan
Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

[POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

Megapolitan
Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

Megapolitan
[Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

[Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

Megapolitan
22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

Megapolitan
Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi Hari Ini

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Pasang Layanan Netflix di Ruang Isolasi di Stadion Patriot agar Pasien Covid-19 Tak Jenuh

Pemkot Bekasi Akan Pasang Layanan Netflix di Ruang Isolasi di Stadion Patriot agar Pasien Covid-19 Tak Jenuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X