Babak Baru Pembangunan Stadion buat Persija

Kompas.com - 15/03/2019, 07:59 WIB
Maket Jakarta Internasional Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARMaket Jakarta Internasional Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggelar acara dimulainya pembangunan Jakarta International Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara, Jumat (15/3/2019). Setelah rangkaian acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim telah menunaikan janjinya.

"Alhamdulillah hari ini salah satu janji yang kami berikan kepada masyarakat Ibu Kota membangun stadion sepak bola kelas dunia dimulai pembangunannya. Satu demi satu janji sudah kami tunaikan," kata Anies di Taman BMW, Jumat.

Anies mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Ibu Kota dan wakil rakyat. Kata Anies, momen pencanangan tak akan terwujud tanpa kerja dari para pendahulu.

"Banyak terlibat, para gubernur, para aparat pemerintah, masyarakat yang memulai prosesi ini sejak bertahun-tahun yang lalu," kata Anies.

Baca juga: Anies Janjikan Warga Sekitar Dapat Manfaat Proyek Pembangunan Stadion BMW

Berkat pemerintahan terdahulu, kata Anies, Taman BMW bisa dibebaskan dan menjadi lokasi stadion. Usaha membebaskan lahan itu, ujar Anies, memakan waktu bertahun-tahun dan melewati jalan berliku.

"Alhamdulillah setahun terakhir profesionalisasinya berjalan dengan baik. Tanpa dukungan dari semua itu hari ini kita tidak menyaksikan kick-off. Tanpa dukungan semua hari ini kita tak menyaksikan babak baru," ujarnya.

Anies juga menyampaikan terima kasih kepada para anggota DPRD yang telah menyetujui anggaran untuk pembangunan stadion.

Di APBD 2019, DKI mengucurkan Rp 900 miliar ke PT Jakarta Propertindo untuk persiapan pembangunan stadion.

"Dukungan dari mereka (DPRD) memungkinkan kita memulai untuk melakukan pembangunan di tempat ini," ujar Anies.

Berharap tak gagal lagi 

Sekretaris Umum The Jakmania Diky Soemarno mengatakan, pihaknya senang lantaran pembangunan Jakarta International Stadium segera dimulai. Kendati demikian, ia berharap kick-off benar-benar menandai dimulainya pembangunan.

"Kami pasti senang kalau Persija pada akhirnya punya stadion, tetapi harapan kami sih jelas bahwa jangan sampai ini peletakan batu pertama, batu kedua, batu ketiganya enggak tahu ada di mana," kata Diky setelah acara.

Acara itu memang bukan seremoni dimulainya pembangunan yang pertama.

Presiden Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta juga telah meresmikan pencanangan pembangunan stadion yang rencananya digunakan sebagai markas klub sepak bola Persija Jakarta itu pada 28 Mei 2014. Pencanangan kala itu menuai kritik lantaran Taman BMW masih berstatus sengketa.

Pencanangan kembali dilakukan pada 9 September 2017 Djarot Saiful Hidayat jadi Gubernur Jakarta. Peletakan batu pertama itu menandai dimulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga air di kawasan yang nantinya menjadi lokasi stadion internasional milik Pemerintah Provinsi DKI di Taman BMW.

Baca juga: Anies Pastikan Stadion BMW Terintegrasi Transportasi Umum

Kata Diky, Persija telah lama menanti stadion baru setelah Stadion Menteng dan Stadion Lebak Bulus dibongkar.

"Karena memang ini, kan, sekali dua kali gagal oke, tetapi tiga kali (gagal), kan, enggak lucu juga," ujarnya. 

Selain The Jakmania, NJ Mania yang merupakan basis suporter Persitara Jakarta Utara juga menyambut baik pembangunan Jakarta International Stadium. Ketua Umum NJ Mania Farid berharapa klub kebanggaannya dapat berlaga di stadion yang beralamat di wilayah Jakarta Utara tersebut.

"Kami berharap stadion ini bukan hanya milik satu klub. Ini milik kita bersama karena Stadion BMW ini dibangun pakai APBD kita juga," ujar Farid.

Stadion itu diperkirakan bisa selesai dalam waktu 2,5 tahun atau pada 2021.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X