Geledah Kantor DPP PPP, KPK Bawa Berkas Dalam 2 Koper Besar

Kompas.com - 18/03/2019, 16:04 WIB
Kantor Dewan Pimpinan Pusat (PPP) di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, tertutup dan dijaga ketat oleh pihak keamanan, Jumat (15/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKantor Dewan Pimpinan Pusat (PPP) di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, tertutup dan dijaga ketat oleh pihak keamanan, Jumat (15/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Pembangunan (PPP) di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019), terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) dengan tersangka eks Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Rommy). 

Penggeledahan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB di Kantor DPP PPP di Jalan Pangeran Diponegoro No.60, Menteng, Jakarta Pusat.

Sedikitnya tujuh penyidik KPK terlibat dalam penggeledahan itu. Mereka menggeledah ruangan Rommy yang terletak di lantai 2 DPP PPP.

Baca juga: Kasus Seleksi Jabatan, KPK Geledah Kantor Kemenag dan PPP

Saat selesai menggeledah, para petugas KPK itu kemudian membawa pulang sejumlah berkas dalam dua koper berwarna ungu muda dan kuning. Kedua koper tersebut kemudian dimasukan ke dua mobil yang berbeda.

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani membenarkan adanya penggeledahan tersebut.

"Saya tahu ada tim KPK datang melakukan penggeledahan. Itu kewenangan KPK," ujar Arsul di DPP PPP, Senin.

Ia juga membenarkan bahwa ruangan Rommy kini sudah disegel KPK. Meski demikian Arsul tak mengetahui barang atau dokumen apa saja yang disita KPK.

"Jadi kan ruangannya Pak Rommy itu kan disegel. Saya tidak tahu apa yang ada di ruangan tersebut. Dan apa yang kemudian diambil kami juga tidak tahu. Biasanya kan nanti belakangan kami dapat berita acara," ucapnya.

Baca juga: Fakta OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Sempat Berusaha Kabur dari Petugas KPK hingga Diduga Terkait Seleksi Jabatan Kemenag

Romahurmuziy terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Surabaya pada Jumat pekan lalu. Saat itu status Romahurmuziy masih sebagai Ketua Umum PPP. 

KPK kemudian menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam seleksi jabatan di Kementerian Agama. Pengumuman penetapan tersangka tersebut disampaikan pimpinan KPK Laode M Syarif didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di KPK, Sabtu lalu.

Menurut Laode, Romahurmuziy selaku anggota DPR diduga sebagai penerima suap dari HRS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan MFQ, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

Megapolitan
4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

Megapolitan
Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

Megapolitan
Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

Megapolitan
Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

Megapolitan
Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Megapolitan
Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Megapolitan
Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Megapolitan
Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Megapolitan
2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

Megapolitan
Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Megapolitan
2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

Megapolitan
Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Megapolitan
Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X