Pemkot Jakarta Utara Targetkan 2.500 Kendaraan Ikuti Uji Emisi

Kompas.com - 19/03/2019, 15:33 WIB
Uji emisi dilakukan Pemkot Jakarta Utara di Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan, Jakarta Utara,Selasa (19/3/2019). Dokumen Pemkot Jakarta UtaraUji emisi dilakukan Pemkot Jakarta Utara di Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan, Jakarta Utara,Selasa (19/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Utara menargetkan 2.500 kendaraan roda empat dapat mengikuti uji emisi sebagai bagian dari pelaksanaan evaluasi kualitas udara perkotaan (EKUP) 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Suparman saat uji emisi yang digelar di Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019).

"Target tersebut harapannya akan tercapai karena uji emisi dilakukan di tiga tempat yakni Jalan Benyamin Suaeb hari ini, Jalan Pluit Timur Raya besok, dan Jalan Danau Sunter Selatan pada hari Kamis," kata Suparman.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim juga mengimbau warga untuk turut mengurangi polusi udara.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Buka Uji Emisi Gratis di 3 Lokasi

" Uji emisi adalah salah satu upaya antisipasi pencemaran udara. Maka, masyarakat terutama pemilik kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat untuk rutin melakukan perawatan kendaraan secara berkala," ujar Ali.

Pelaksanaan uji emisi hari ini dilakukan terhadap kendaraan roda empat berbahan bakar bensin dan solar.

Ali mengungkapkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki aplikasi berbasis android untuk membantu masyarakat melakukan uji emisi bernama E- Uji Emisi.

Pada aplikasi tersebut tersaji berbagai data tentang uji emisi, seperti peraturan hingga lokasi bengkel yang memiliki layanan uji emisi.

“Kami sarankan pemilik kendaraan mengunduh aplikasi E-Uji Emisi untuk melihat hasil uji emisi kendaraannya. Sebab nantinya hasil tersebut juga akan digunakan sebagai rekomendasi perpanjangan masa STNK," kata Ali.

Ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tertera dalam Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008. Peraturan tersebut juga didukung dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X