DPRD DKI Sepakat Bentuk Pansus Pemilihan Cawagub DKI

Kompas.com - 19/03/2019, 21:10 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta telah sepakat membentuk panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta. Kesepakatan itu diambil dalam rapat Bamus pada Senin (18/3/2019).

Langkah berikutnya, pimpinan DPRD DKI Jakarta akan menyurati fraksi-fraksi di DPRD DKI untuk mengirimkan perwakilan fraksinya sebagai anggota pansus.

"Setelah ini, pembentukan pansus, pimpinan Dewan bersurat kepada fraksi-fraksi untuk mengirimkan anggotanya menjadi anggota pansus," ujar Taufik saat dihubungi, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Proses Pemilihan Berbelit, DPRD Akan Bentuk Pansus Cawagub DKI

Taufik menjelaskan, jumlah anggota pansus dari tiap fraksi berbeda-beda. Anggota pansus dari tiap fraksi disesuaikan dengan jumlah kursi fraksi tersebut di DPRD DKI Jakarta.

"(Jumlah anggota tiap fraksi) ada hitungannya dalam tata tertib. Itu biasanya proporsional dari jumlah kursi," kata dia.

Pansus pemilihan cawagub DKI, kata Taufik, bertugas untuk merumuskan tata tertib dan mekanisme pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno itu.

Setelah itu, proses berikutnya yakni menentukan jadwal pemilihan wagub dalam rapat paripurna DPRD DKI.

Taufik meyakini pemilihan wagub DKI masih berpeluang digelar sebelum Pemilu Serentak 2019.

"Semua peluangnya ada, kan ini sebenarnya kalau ditanya, enggak ada hubungannya sama pemilihan umum," ucap Taufik.

Adapun DPRD DKI Jakarta telah menerima surat berisi dua nama cawagub DKI Jakarta yang diusulkan Gerindra dan PKS dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 4 Maret 2019. Dua nama itu yakni kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga yang Sakit dan Harus Berobat di RS Jakarta Tak Perlu Urus SIKM

Warga yang Sakit dan Harus Berobat di RS Jakarta Tak Perlu Urus SIKM

Megapolitan
Sebarkan Hoaks Pornografi, Pemilik Instagram Mengaku Benci Syahrini

Sebarkan Hoaks Pornografi, Pemilik Instagram Mengaku Benci Syahrini

Megapolitan
Terapkan Pergub Keluar Masuk Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Dijaga Satpol PP DKI

Terapkan Pergub Keluar Masuk Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Dijaga Satpol PP DKI

Megapolitan
Siswa di DKI Mulai Belajar 13 Juli, Berikut Kalender Pendidikan 2020/2021

Siswa di DKI Mulai Belajar 13 Juli, Berikut Kalender Pendidikan 2020/2021

Megapolitan
Bersiap New Normal, MRT Ajukan Penambahan Jumlah Maksimal Penumpang

Bersiap New Normal, MRT Ajukan Penambahan Jumlah Maksimal Penumpang

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Pos Pemeriksaan SIKM di Jakarta Timur

Ini Daftar Lokasi Pos Pemeriksaan SIKM di Jakarta Timur

Megapolitan
Ini Kalender Pendidikan Tahun 2020/2021 di Jakarta, Dimulai 13 Juli 2020

Ini Kalender Pendidikan Tahun 2020/2021 di Jakarta, Dimulai 13 Juli 2020

Megapolitan
Miliki Riwayat Batuk, Tukang Becak Berusia 60 Tahun Meninggal di Tengah Jalan

Miliki Riwayat Batuk, Tukang Becak Berusia 60 Tahun Meninggal di Tengah Jalan

Megapolitan
Polisi Buru Pemilik Akun Instagram yang Cemarkan Nama Baik Syahrini

Polisi Buru Pemilik Akun Instagram yang Cemarkan Nama Baik Syahrini

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemilik Akun Instagram yang Unggah Video Syur Mirip Syahrini

Polisi Tangkap Pemilik Akun Instagram yang Unggah Video Syur Mirip Syahrini

Megapolitan
Pembuatan SIKM Dapat Dilakukan dengan Sistem Tanggungan, Begini Caranya

Pembuatan SIKM Dapat Dilakukan dengan Sistem Tanggungan, Begini Caranya

Megapolitan
Puluhan Pedagang Pasar Perumnas Klender Jalani Rapid Test dan Swab

Puluhan Pedagang Pasar Perumnas Klender Jalani Rapid Test dan Swab

Megapolitan
Nekat Selundupkan Pendatang ke Depok, Operator Angkutan Akan Dicabut Izinnya

Nekat Selundupkan Pendatang ke Depok, Operator Angkutan Akan Dicabut Izinnya

Megapolitan
Ingat, Jangan Mendadak Urus SIKM

Ingat, Jangan Mendadak Urus SIKM

Megapolitan
Polda Metro Jaya: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 2.898 Kendaraan Diputar Balik

Polda Metro Jaya: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 2.898 Kendaraan Diputar Balik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X