Pengemis di Bogor yang Diduga Punya Mobil Kena Penertiban Satpol PP

Kompas.com - 20/03/2019, 19:22 WIB
Herman alias Nur (86) saat dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Bogor untuk dilakukan pendataan, Rabu (20/3/2019). Nur sempat menghebohkan media sosial karena disebut memiliki mobil pribadi karena profesinya sebagai seorang pengemis di Kota Bogor. KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahHerman alias Nur (86) saat dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Bogor untuk dilakukan pendataan, Rabu (20/3/2019). Nur sempat menghebohkan media sosial karena disebut memiliki mobil pribadi karena profesinya sebagai seorang pengemis di Kota Bogor.

KOMPAS.com - Seorang pengemis di Kota Bogor menjadi perbincangan di media sosial karena diduga memiliki mobil yang dikendarainya sendiri. Unggahan berupa foto saat pengemis itu akan mengendarai mobilnya viral di media sosial sejak Selasa (19/3/2019).

Pengemis yang diketahui bernama Nur (86) itu hari ini, Rabu (20/3/2019) dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor untuk dimintai keterangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Herry Karnadi mengungkapkan bahwa awalnya Nur alias Herman ini terjerat penertiban saat Satpol PP tengah menertibkan di dekat sebuah masjid.


"Hari ini, pukul 10.00 WIB dilakukan penertiban terhadap pengemis itu di warung dekat Masjid Baitur Ridwan. Terlihat juga mobil pengemis beserta sopir yang juga anak pengemis itu," ujar Herry kepada Kompas.com pada Rabu, (20/3/2019).

Menurut Herry, pengemis yang biasa dipanggil Abah itu biasa mangkal di perempatan Yasmin sejak pukul 07.00 WIB. Kemarin, Satpol PP menemui Abah namun tidak menindaknya. Akan tetapi, pada hari ini Abah terjerat penertiban.

Herry mengungkapkan bahwa Abah dan anaknya, Maman Hermawan, memang memiliki mobil dengan nomor polisi F 1663 NM. "Iya benar, yang bersangkutan memiliki mobil," kata Herry.

Baca juga: Pengemis di Bogor Diduga Punya Mobil, Ini Penjelasan Satpol PP

Nur membantah

Namun, setelah dilakukan pendataan dari Dinas Sosial Kota Bogor, Nur mengaku bahwa mobil jenis Avanza hijau dengan nomor polisi F 1663 NM bukan mobil pribadi miliknya.

"Enggak benar itu. Yang viral di media sosial itu bohong. Itu bukan mobil saya, itu saya sewa dari tetangga. Itu kebenarannya," ujar Nur.

Nur juga mengatakan bahwa alasannya menyewa mobil dikarenakan kakinya sudah tidak kuat berjalan.

"Kaki saya kan pernah patah, jadi suka sakit kalau jalan," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X