Seorang Pria di Bekasi Tercebur ke Septic Tank Saat Kabur karena Dikejar Warga

Kompas.com - 21/03/2019, 17:46 WIB
Ilustrasi pencurivchal Ilustrasi pencuri

BEKASI, KOMPAS.com - Satuan Polsek Setu, Kabupaten Bekasi, mengamankan seorang pria bernama Nasib setelah dia tercebur dalam septic tank ketika lari dari kejaran warga yang menuduhnya hendak mencuri di sebuah rumah di Desa Taman Rahayu, Setu.

Kapolsek Setu, AKP Wahid Key mengatakan, kejadian itu bermula saat pihaknya mendapat laporan warga bahwa ada pria yang diduga pencuri terjebak dalam septic tank di sebuah perkarangan milik warga desa setempat, Senin (18/3/2019) dini hari lalu.

"Ada warga yang teriak kalau ada orang yang masuk perkarangan milik warga bernama Saipudin ketika baru pulang dari kondangan," kata Wahid, Kamis ini.

Wahid menjelaskan, saat mendengar teriakan warga itu, warga lainnya langsung mendatangi rumah Saipudin dan mengejar terduga pencuri itu.

"Pelaku tersebut lari dan bersembunyi (di perkarangan), kemudian warga mendengar dan mengepung pelaku," ujar Wahid.

Saat perkarangan tersebut dikepung, terduga pencuri itu ditemukan berada di dalam septic tank. Warga langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Setu.

"Anggota (Polsek Setu) dibantu warga sekitar mengangkat orang yang berada dalam septic tank itu," kata Wahid.

Saat ditanya, pria itu mengaku berasal dari Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi. Dia tidak mengaku bahwa dirinya hendak mencuri. Namun polisi tetap mengamankannya di Mapolsek Setu. Sepeda motornya yang diparkir di semak-semak tak jauh dari lokasi kejadian juga diamankan polisi.



Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X