Prabowo-Sandiaga Unggul di Jakarta Versi Survei Litbang Kompas, Timses Lanjutkan Strategi Ini

Kompas.com - 21/03/2019, 20:52 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) DKI Jakarta akan melanjutkan strategi kampanye ke rumah-rumah warga untuk mempertahankan keunggulan elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Jakarta.

Ketua BPP DKI Jakarta Mohamad Taufik bersyukur mengetahui hasil survei terbaru Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga naik 4,7 persen dan unggul di Jakarta dibanding pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Alhamdulillah, kita akan tetap kampanye ke rumah-rumah, itu tetap kita lakukan," ujar Taufik saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun 3,4 Persen, Prabowo-Sandi Naik 4,7 Persen


Selain door to door ke rumah warga, Taufik menyebut BPP DKI Jakarta juga akan melanjutkan komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk mengampanyekan Prabowo-Sandiaga.

"Dialog dengan pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan, komunikasinya tetap kita lakukan terus," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Menurut Taufik, strategi kampanye yang selama ini dilakukan BPP DKI Jakarta efektif untuk memperoleh suara pemilih.

"(Kampanye) tatap muka itu efektif. Nomor satunya tatap muka," ucapnya.

Baca juga: Timses: Jokowi-Maruf Memang Masih Kalah di Jakarta, tetapi...

Hasil survei Litbang Kompas, 22 Februari-5 Maret 2019, menunjukkan, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Jawa Timur.

Adapun pasangan Prabowo-Sandiaga unggul di Jakarta serta Jawa Barat dan Banten.

Di Jakarta, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 36,3 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 47,5 persen.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.



Terkini Lainnya

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan
Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Megapolitan

Close Ads X