Hal yang Perlu Dilakukan bila Ketemu Sarang Vespa Affinis

Kompas.com - 22/03/2019, 11:47 WIB
Petugas Damkar Kabupaten Klaten saat melakukan proses evakuasi sarang tawon Vespa affinis di pohon, Jumat (11/1/2019) malam. Dokumentasi Damkar KlatenPetugas Damkar Kabupaten Klaten saat melakukan proses evakuasi sarang tawon Vespa affinis di pohon, Jumat (11/1/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah menyarankan warga tidak nekat merusak sarang tawon, terutama tawon berjenis Vespa Affinis yang sengatannya dapat menyebabkan kematian.

Rosichon menerangkan, serangga tersebut mempunyai kemampuan untuk memanggil kawanannya guna menyerang balik manusia atau makhluk hidup lain yang menyerangnya terlebih dahulu.

"Kalau dia nyengat dan kebetulan sarangnya berada di sekitar orang yang disengat, dia bisa mengundang kawan-kawannnya untuk mengeroyok, akibatnya bisa fatal," kata Rosichon kepada Kompas.com, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Kendati demikian, bukan berarti manusia tidak bisa memindahkan sarang tawon Vespa Affinis bila resah karena menemukan sarang tawon tersebut di sekitar rumah.

"Tidak perlu panik, siapkan alat untuk memindahkan di tempat yang jauh dari permukiman," ujar Rosichon.

Alat-alat yang dimaksud oleh Rosichon adalah kantong plastik bening yang agak tebal, pisau dapur, kapas, serta cairan etil asetat untuk membuat tawon pingsan.

Rosichon menyarankan, pemindahan sarang tawon sebaiknya dilakukan dalam kondisi gelap, baik malam atau dini hari, dan pastikan semua tawon sudah berada di dalam sarang.

Warga pun sebetulnya bisa meminta bantuan petugas untuk mengevakuasi sarang tawon.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Pemyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman menyarankan masyarakat melapor kepada petugas bila menemukan sarang tawon.

"Kalau sudah besar sarang tawonnya, mau enggak mau amankan wilayahnya saja di sekitarnya dan panggil petugas saja biar enggak berisiko," kata Gatot.

Baca juga: Ada Tawon Vespa Afinis di Duren Sawit, Warga Diminta Lapor jika Lihat Sarang Besar

Diberitakan sebelumnya, petugas mengevakuasi sarang tawon berjenis Vespa Affinis di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019) malam.

Tujuh orang di Klaten telah tewas akibat tersengat tawon Vespa Affinis selama dua tahun terakhir.

Tawon dapat menyebabkan kematian apabila sengatannya tidak segera ditangani dalam waktu 1x24 jam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X