Kompas.com - 22/03/2019, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka pencurian akses atau sistem milik orang lain (skimming) mesin ATM, Ramyadjie Priambodo masih enggan menyebutkan identitas pemberi mesin ATM yang disimpan di kamar apartemennya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

"Yang bersangkutan memang mengaku mendapatkan mesin ATM dari temannya, tetapi sampai sekarang dia belum menyebutkan dari siapa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada awak media, Jumat (22/3/2019).

"Kami masih ingin tetap menggali terus dari siapa (RP mendapatkan mesin ATM), alamat (pemberi mesin ATM) di mana dan berasal dari kota apa. Sementara masih kami dalami," ujarnya. 

Baca juga: Waspada, Begini Cara Pembobol ATM Lakukan Skimming

Argo menyebut, RP menarik uang dalam jumlah yang berbeda saat melakukan aksi skimming.

RP mengakui dirinya telah melakukan aksi skimming sebanyak 91 kali dengan total keuntungan hingga Rp 300 juta.

"Tentunya itu ada batas-batasnya saat pengambilan uang melalui ATM, artinya tidak sama semua, kita lihat di ATM, kan, angka rupiah ya ada yang (pecahan) Rp 50.000 dan Rp 100.000," kata Argo.

Baca juga: Ramyadjie Priambodo Miliki dan Simpan Mesin ATM di Kamarnya Sejak 2018

Sebelumnya, RP ditangkap di kamar apartemennya pada 26 Februari 2019 atas kasus skimming mesin ATM.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti mesin ATM, dua kartu ATM, laptop, dua kartu putih yang berisi data nasabah, telepon genggam, masker, uang tunai Rp 300 juta, dan kerudung yang dipakai RP saat mengambil uang nasabah di ATM.

Atas perbuatannya tersebut, RP dijerat Pasal 362 KUHP dan/atau Pasal 30 jo Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 81 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Skimming Mesin ATM oleh Ramyadjie Priambodo

Di media sosial beredar kabar Ramyadjie punya hubungan kekerabatan dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Namun, pihak kepolisian enggan menyebut latar belakang keluarga pria tersebut. 

Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kasus skimming mesin ATM itu bukan dilakukan keponakan Prabowo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Megapolitan
Kecam Konten 'Prank' Baim dan Paula, Komnas Perempuan: KDRT jadi Candaan, Tak Empati ke Korban

Kecam Konten "Prank" Baim dan Paula, Komnas Perempuan: KDRT jadi Candaan, Tak Empati ke Korban

Megapolitan
Bukan Banjir, Anies Sebut 'Trust Issue' Nomor Satu di Jakarta adalah Biaya Hidup

Bukan Banjir, Anies Sebut "Trust Issue" Nomor Satu di Jakarta adalah Biaya Hidup

Megapolitan
BERITA FOTO: Wajah Baru Pelabuhan Muara Angke yang Tak Lagi Becek dan Bau

BERITA FOTO: Wajah Baru Pelabuhan Muara Angke yang Tak Lagi Becek dan Bau

Megapolitan
Cerita Penumpang Transjakarta Antre Berjam-jam akibat Kebijakan 'Tap In-Tap Out'

Cerita Penumpang Transjakarta Antre Berjam-jam akibat Kebijakan "Tap In-Tap Out"

Megapolitan
Tangga Rumah di Kramatjati Ambruk, Satu Penghuni Tewas Tertimpa Material

Tangga Rumah di Kramatjati Ambruk, Satu Penghuni Tewas Tertimpa Material

Megapolitan
Anies Ngaku Belum Pikirkan Pencapresan meski Sudah Dideklarasikan Nasdem: Waktunya Masih Panjang

Anies Ngaku Belum Pikirkan Pencapresan meski Sudah Dideklarasikan Nasdem: Waktunya Masih Panjang

Megapolitan
Kecelakaan Saat Lawan Arah di Bawah Flyover Ciputat, Seorang Pengendara Motor Tewas

Kecelakaan Saat Lawan Arah di Bawah Flyover Ciputat, Seorang Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
Ungkap Alasan Jakarta Recycle Center Baru Direnovasi Belakangan, Anies: Kami Enggak Punya Duit

Ungkap Alasan Jakarta Recycle Center Baru Direnovasi Belakangan, Anies: Kami Enggak Punya Duit

Megapolitan
Korban KDRT Bisa Lapor ke SAPA 129 Selain ke Polisi, Begini Caranya

Korban KDRT Bisa Lapor ke SAPA 129 Selain ke Polisi, Begini Caranya

Megapolitan
Anies Belum Tuntaskan Masalah Banjir, Anggota DPRD DKI Berharap pada Pj Gubernur

Anies Belum Tuntaskan Masalah Banjir, Anggota DPRD DKI Berharap pada Pj Gubernur

Megapolitan
Toko Kue Milik Ruben Onsu di Cilandak Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV

Toko Kue Milik Ruben Onsu di Cilandak Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Oktober

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Oktober

Megapolitan
Konvoi Bawa Senjata Tajam, 4 Remaja Ditangkap Tim Patroli Presisi di Bekasi

Konvoi Bawa Senjata Tajam, 4 Remaja Ditangkap Tim Patroli Presisi di Bekasi

Megapolitan
Beberapa Hari Lagi Lengser, Anies: Sekarang yang Dikejar Peresmian-peresmian Saja

Beberapa Hari Lagi Lengser, Anies: Sekarang yang Dikejar Peresmian-peresmian Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.