Kompas.com - 22/03/2019, 17:56 WIB
Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.

KOMPAS.com - Masyarakat Jakarta tak lama lagi dapat menikmati moda transportasi baru, yaitu moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meresmikan beroperasinya MRT pada 24 Maret 2019.

Sejak beberapa hari lalu hingga saat ini, warga DKI Jakarta sudah banyak yang merasakan MRT melalui uji coba gratis dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus.

Uji coba juga sempat dilakukan Presiden Joko Widodo kemarin, Kamis (21/3/2019).

Tidak hanya itu, Jokowi bahkan menyatakan bahwa MRT merupakan putusan politiknya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, saat duet bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Itu pun putusan politiknya. Kami putuskan saat saya jadi gubernur saat itu dengan Pak Ahok," kata Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan 10.000 pengusaha untuk Jokowi-Ma'ruf di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Jokowi Sebut MRT adalah Keputusan Politiknya dan Ahok

Benarkah pernyataan Jokowi tersebut?

Bermula dari Ide Habibie

BJ Habibie.KOMPAS/ALIF ICHWAN BJ Habibie.
Proses panjang. Sepertinya kata ini tepat disematkan untuk megaproyek MRT. Setelah sekian lama dicanangkan, akhirnya proyek ini terealisasi di Ibu Kota dan dapat dinikmati masyarakat umum pada Maret 2019.

MRT memang dapat dikatakan sebagai salah satu solusi untuk kota besar. Hasil studi Consolidated Network Plan (CNP) pada tahun 1993 juga menyampaikan bahwa MRT menjadi pilihan paling layak untuk Jakarta.

Namun, ide MRT ini sebenarnya telah muncul sejak periode 1980-an, yang dicetuskan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie saat menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT.

Saat menjabat Menteri Riset dan Teknologi, BJ Habibie tetap membawa idenya itu untuk diaplikasikan. Dilansir dari dokumentasi Harian Kompas yang terbit 23 Februari 1996, Habibie pun sudah menyiapkan usulan pembangunan dari kawasan Blok M ke Kota sepanjang 14 kilometer.

Sistem ini akan dibangun di bawah tanah, tepatnya di bawah jalur jalan-jalan protokol yang sekarang ini ada, termasuk di bawah jalan Sudirman/Thamrin, terus ke jalan Medan Merdeka Timur dan jalan Gajah Mada/Hayam Wuruk.

Krisis ekonomi yang diikuti krisis kepemimpinan pada 1998 membuat ide pembangunan MRT itu tertunda, namun tak terhenti.

Era Sutiyoso hingga Foke

Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso juga pernah menyinggung untuk menggarap proyek ini. Sutiyoso kala itu punya konsep pembangunan MRT dilakukan dengan jalur bawah tanah, dan proyek ini disebut subway.

Dilansir dari Harian Kompas edisi 15 November 2000, pada 2001 pembangunan subway akan dimulai dari Jalan Fatmawati hingga Jakarta Kota dengan biaya yang dibutuhkan sebanyak 1,75 milyar dollar AS dan mempekerjakan 60.000 tenaga kerja.

Akan tetapi, ide itu belum juga terlaksana. Salah satu kendalanya adalah pendanaan.

Baca juga: Ide Sutiyoso "Subway", Bukan MRT Layang

BJ Habibie kemudian sempat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo untuk membahas moda transportasi dengan nilai proyek yang tak kecil ini.

Pada 23 September 2010, Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo datang ke kediaman BJ Habibie, kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini menghasilkan beberapa masukan dari BJ Habibie mengenai pengadaan MRT yang pernah dikajinya.

Baca: Prihatin dengan Jakarta, Habibie Undang Foke

Pekerjaan dimulai

Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINI Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI)
Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kemajuan. Kemudian, proyek MRT pun semakin terlihat nyata.

Salah satu kendala yang mendapatkan jawaban adalah pendanaan. Dikabarkan, pengerjaan MRT Tahap I tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 17 triliun.

Total biaya ini ditanggung pemerintah melalui pinjaman luar negeri Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan melakukan kerja sama goverment to goverment berbentuk Special Term for Economic Partnership (STEP loan) berbunga rendah di bawah 1 persen.

Pada 26 April 2012, Foke meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT Tahap I koridor Selatan-Utara sepanjang 15,7 kilometer dari Lebak Bulus-Bundaran HI.

Pekerjaan dimulai seperti melakukan pemindahan Terminal Angkutan Umum Lebak Bulus, pemindahan Stadion Olahraga Lebak Bulus, pelebaran Jalan Fatmawati, dan pembangunan kantor proyek.

Menurut Foke, kapasitas daya angkut MRT ini dapat mengangkut kurang lebih 420.000 penumpang tiap harinya.

Baca selengkapnya: Foke Resmikan Pencanangan Persiapan Pembangunan MRT

Era Jokowi-Ahok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Moda Raya Terpadu (MRT), rute dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani dan Wali Kota Bogor Bima Arya.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN/HANDOUT Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Moda Raya Terpadu (MRT), rute dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani dan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Proyek MRT terus berjalan meski Fauzi Bowo alias Foke tak lagi menjabat. Setelah dikalahkan dalam Pilkada DKI Jakarta 2012, proyek MRT pun diserahkan kepada Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Proyek MRT terus berjalan dengan rute sama, seperti yang telah dicetuskan Foke, yaitu Lebak Bulus-Bundaran HI.

Di era Jokowi-Ahok, proyek ini secara resmi berlanjut pada 10 Oktober 2013 dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi yang sekarang menjadi Stasiun (MRT) Dukuh Atas.

Jokowi menunjukkan komitmen dan tanggung jawab agar proyek itu tetap berjalan. Salah satunya, Jokowi siap menandatangani surat tanggung jawab mutlak yang dikeluarkan Menteri Keuangan (Menkeu) terkait megaproyek MRT. Dia menandatanganinya saat dana pinjaman dicairkan.

Baca juga: Akhirnya, Jokowi Terima Tanggung Jawab Mutlak MRT

Apalagi, kemacetan Jakarta menjadi masalah yang harus segera ditangani. Menurut perhitungan Bappenas, kata Jokowi, kerugian akibat macet di Jakarta mencapai Rp 65 triliun per tahun.

Saat bertemu 10.000 pengusaha pada Kamis (21/3/2019), Jokowi mengatakan bahwa pembangunan MRT berjalan lambat karena pemerintah sebelumnya selalu menolak dengan alasan tak membawa keuntungan. Padahal, dalam membangun transportasi publik yang perlu dinilai adalah manfaat atau benefit-nya bagi masyarakat.

Setelah Jokowi tak lagi menjabat gubernur, Ahok tetap melanjutkan proyek ini sebagai prioritas.

Setelah mengalami proses panjang, MRT akan resmi beroperasi di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun tugas berat yang ditanggung Anies adalah mengintegrasikan MRT dengan moda transportasi lain yang sudah dan akan berjalan, yaitu kereta rangkaian listrik, MRT, light rail transit, serta bus transjakarta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

Megapolitan
Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

Megapolitan
Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Megapolitan
Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Megapolitan
Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Megapolitan
Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Megapolitan
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Transjakarta di Ciputat

Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Transjakarta di Ciputat

Megapolitan
8 Keluarga Positif Covid-19, Satu RT di Ciracas Terapkan 'Mini Lockdown'

8 Keluarga Positif Covid-19, Satu RT di Ciracas Terapkan "Mini Lockdown"

Megapolitan
Besok, Polisi Akan Sampaikan Perkembangan Kasus Narkoba Anak Pedangdut Rita Sugiarto

Besok, Polisi Akan Sampaikan Perkembangan Kasus Narkoba Anak Pedangdut Rita Sugiarto

Megapolitan
Khawatir Longsor Susulan, Korban Berharap Tebing di Tangsel Diberi Turap

Khawatir Longsor Susulan, Korban Berharap Tebing di Tangsel Diberi Turap

Megapolitan
241 ASN DKI Jakarta Absen Tanpa Keterangan di Hari Pertama Masuk Pasca Libur Lebaran 2021

241 ASN DKI Jakarta Absen Tanpa Keterangan di Hari Pertama Masuk Pasca Libur Lebaran 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X