Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Kompas.com - 23/03/2019, 22:21 WIB
Patung putri duyung Ancol yang dipakaikan kain berwarna emasDokumentasi istimewa Patung putri duyung Ancol yang dipakaikan kain berwarna emas

JAKARTA, KOMPAS.com - Patung di depan Putri Duyung Resort Ancol, Jakarta Utara menarik perhatian warga. Pasalnya patung wanita ini, kini ditutupi kain berwarna emas atau yang dikenal sebagai kemben.

Kemben tersebut terlihat untuk menutupi dada. Padahal, sebelumnya bagian tersebut tak ditutupi kain selayaknya patung pada umumnya.

Corporate Communication Manager Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari menyebut hal tersebut hanyalah penyesuaian dengan norma dan budaya orang timur.

"Kita kan orang timur kita budaya ketimuran jadi yang tadinya tidak terlihat pantes ya kita pantesin," ucap Rika saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/3/2019).


Baca juga: Legenda Putri Duyung Terinspirasi dari Penyakit Langka

Meski demikian, Rika menyebut penilaian terhadap patung yang dipakaikan kemben tergantung persepsi dan pikiran masing-masing orang.

"Ini silakan saja berpersepsi masing-masing karena yang kami lakukan itu yang memang baik buat kita ya karena kita memang orang timur dan itu memang baik kenapa enggak," kata dia.

Ia pun menyebut bahwa tak ada maksud apa pun di balik kain yang disematkan kepada patung.

Managemen Ancol pun kaget saat dekorasi tersebut kini menjadi perhatian publik.

"Uniknya orang jadi perhatian sama Ancol oh ada patung itu ya. Intinya kita enggak mau ke arah negatif tapi positif. Dan saat kita melakukan itu tidak ada tendensi apa-apa tidak ada maksud apa-apa," tutupnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X