"Tolong Jaga dan Kawal MRT, Mari Berperilaku Santun Sesuai Aturan..."

Kompas.com - 24/03/2019, 12:11 WIB
Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Jakarta Barier Free Tourism atau JBFT mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). Penyandang disabilitas yang mengikuti uji coba MRT terdiri dari berbagai ragam disabilitas. Mulai dari pengguna kursi roda, tunanetra, insan tuli dan ragam disabilitas lainnya. KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGPenyandang disabilitas yang tergabung dalam Jakarta Barier Free Tourism atau JBFT mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019). Penyandang disabilitas yang mengikuti uji coba MRT terdiri dari berbagai ragam disabilitas. Mulai dari pengguna kursi roda, tunanetra, insan tuli dan ragam disabilitas lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengimbau para penumpang tertib menggunakan moda raya terpadu ( MRT) Jakarta.

William mengimbau hal itu karena adanya penumpang berperilaku tidak tertib, seperti makan lesehan di stasiun hingga bergelantungan di dalam kereta.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Jakarta dan Indonesia, tolong jaga, tolong kawal MRT ini. Mari berperilaku baik, santun, sesuai dengan aturan MRT Jakarta," ujar William usai peresmian MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Baca juga: Viral, Penumpang Makan Lesehan hingga Bergelantungan di MRT Jakarta

William menyampaikan, makan di stasiun hingga bergelantungan dalam kereta merupakan perilaku tidak terpuji.

"Ada beberapa perilaku yang tidak terpuji, misalnya makan di dalam stasiun, bergantungan di gantungan, kemudian berdiri di depan pintu," katanya.

Berbagai perilaku tidak terpuji itu, lanjut dia, ditemukan saat PT MRT Jakarta tidak memberlakukan pendaftaran online saat uji coba.

Baca juga: Jokowi Resmikan MRT Jakarta, Mimpi yang Tertunda Puluhan Tahun...

Oleh karena itu, pada hari peresmian ini, PT MRT Jakarta kembali menerapkan pendaftaran online melalui situs web www.ayocobamrtj.com.

Kuota penumpang pada hari ini dibatasi sebanyak 80.000 orang.

Dengan adanya kuota, penumpang diharapkan lebih tertib.

Baca juga: Antusias Lihat Peresmian MRT Jakarta, Warga Padati Bundaran HI

Meski telah menemukan penumpang yang tidak tertib, PT MRT Jakarta belum berencana menerapkan sanksi.

"Sekarang ini kita pada fase untuk sosialisasi, edukasi, kepada masyarakat. Saya berharap kita tidak perlu sampai menerapkan sanksi, tetapi kalau memang nanti ternyata tidak bisa juga dilakukan, ya kami tentu akan menerapkan sanksi," ucap William.

Sebelumnya, sejumlah penumpang MRT Jakarta yang berperilaku tidak tertib menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Anies Sebut Tarif MRT Akan Berbeda Tiap Stasiun

Ada penumpang yang makan sambil duduk lesehan di stasiun, bergelantungan di dalam kereta, hingga menginjak kursi MRT yang tengah diuji coba publik. 

Foto-foto perilaku tidak tertib sejumlah penumpang diunggah warganet, salah satunya akun Instagram @jktinfo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Masih Ada Zona Merah pada Masa PSBB Transisi, 66 RW di Jakarta Jadi Perhatian Khusus...

Ketika Masih Ada Zona Merah pada Masa PSBB Transisi, 66 RW di Jakarta Jadi Perhatian Khusus...

Megapolitan
 Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Agar Tak Terpusat di Masjid, Wali Kota Tangerang Minta Mushala Juga Gelar Shalat Jumat

Megapolitan
UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

UPDATE Covid-19 4 Juni: Pasien Sembuh di Depok Bertambah 27 Orang, 6 Kasus Baru Muncul

Megapolitan
UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

UPDATE 4 Juni, Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi Mencapai 321, 255 di Antaranya Sembuh

Megapolitan
Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, Terlampau Sadis hingga Dituntut Mati

Megapolitan
Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Masih Zona Merah, 25 RW di Depok Ini Belum Bisa Transisi Menuju New Normal

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diikuti

Megapolitan
Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Hari Pertama PSBB Transisi, Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Diprediksi Hujan

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Hiraukan Imbauan Penghuni Kos, ART Nekat Mudik, Dipaksa Isolasi Saat Kembali

Megapolitan
Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Wali Kota Depok: PSBB Proposional Bukan Berarti Euforia Aktivitas Kembali Bebas

Megapolitan
Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Masjid Istiqlal Masih Tiadakan Shalat Jumat Selama PSBB Transisi Jakarta

Megapolitan
Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Aulia Kesuma dan Anaknya Dituntut Mati, Pengacara: Tuntutan Terlalu Sadis

Megapolitan
Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Jam Operasional MRT Jakarta Masa PSBB Transisi Pukul 5.00-21.00 WIB

Megapolitan
PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

PSBB Transisi, Toko di Jakarta Diterapkan Sistem Ganjil Genap, Begini Pengaturannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X