Pemkot Jakarta Utara Targetkan 1.500 Pasangan Jalani Isbat Nikah Tahun Ini

Kompas.com - 25/03/2019, 05:35 WIB
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (14/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (14/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Utara menargetkan 1.500 pasangan bisa segera jalani sidang isbat tahun ini.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Minggu (24/3/2019) dalam sosialisasi pendaftaran sidang isbat di RPTRA Tugu Permai, Koja, Jakarta Utara.

"Sosialisasi akan terus dilakukan dan target ini mencakup pasangan di 33 kelurahan di Jakarta Utara," ujarnya.

Sosialisasi untuk menjalani sidang isbat tersebut lanjut Ali lebih pada edukasi pada masyarakat terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan pendaftaran.

Baca juga: Begini Panggung Pelaminan Nikah Massal dan Isbat Nikah DKI...

Terkait dengan penyelenggaraan sidang tersebut, Ali mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengadilan agama terlebih dahulu.

"Karena prosesnya terkait kemampuan pengadilan agama. Bulan Maret dan bulan ke depannya targetnya adalah 1.500 pasangan. Prioritas saat ini yang penting berkas persyaratan peserta isbat lengkap," katanya.

Dalam menjalankan sosialisasi tersebut, Pemkot Jakarta Utara bekerjasama dengan Yayasan Hidayah Pemersatu Umat Indonesia (HPUI).

Pembina Yayasan HPUI Arif Hendra mengimbau masyarakat mau mengurus sidang isbat untuk mendapatkan akta pernikahan resmi. Dokumen tersebut akan berguna untuk mengurus dokumen-dokumen lain di masa mendatang.

"Supaya nanti kalau anak lahir bisa punya akta. Tanpa akta nikah resmi mendaftar PNS pun akan ditolak. Jadi sosialisasi ini perlu dilakukan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu," terang Arif.

Menurut Arif, target 1.500 pasangan itu termasuk di wilayah Kepulauan Seribu.

"Setelah Jakarta Utara dan Kepulauan seribu, sosialisasi akan dilanjutkan di Jakarta Pusat," pungkas Arief.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X