Demi Anak-anak, Kak Seto Imbau Foto Keluarga Makan di Stasiun MRT Tak Diumbar

Kompas.com - 25/03/2019, 20:13 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

KOMPAS.com - Peresmian transportasi moda raya terpadu ( MRT) berlangsung ramai pada Minggu (24/3/2019). Masyarakat Jakarta ingin segera menjajal seperti apa rasanya menaiki MRT.

Namun, perilaku tidak tertib, seperti makan lesehan di dalam stasiun masih ditemukan. Sejumlah foto keluarga yang sedang makan lesehan di lantai stasiun MRT terekspos di beberapa media sosial.

Warganet seperti berlomba melakukan online shaming terhadap orang-orang yang fotonya viral tersebut. Bahkan, banyak juga yang melakukan online shaming dengan kata-kata yang tak pantas. Padahal, dalam foto itu terlihat jelas wajah anak-anak.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi pun mengungkapkan bahwa sebaiknya orang-orang tidak dengan gamblang memperlihatkan wajah anak-anak dalam foto, apalagi saat melakukan online shaming.

"Untuk anak-anak, seperti itu terpinggirkan yang selayaknya tidak makan di tempat seperti itu. Tapi tiba-tiba diungkap secara terbuka, ini memang tidak pantas," ujar Seto saat dihubungi Kompas.com pada Senin (26/3/2019).

"Itu juga melanggar hak perlindungan anak," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini.

Baca juga: Viral, Penumpang Makan Lesehan hingga Bergelantungan di MRT Jakarta

Atas kejadian tersebut, Kak Seto pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam mengumbar foto yang menampilkan wajah seorang anak.

"Perlu dilindungilah, dan tidak mempermalukan anak-anak dan kemudian terekspos ke mana-mana," ujar Kak Seto.

Menurut dia, tersebarnya wajah anak-anak di media sosial ketika tengah makan lesehan di stasiun MRT bisa menimbulkan pelanggaran terhadap harga diri si anak.

"Sebenarnya memang mungkin bagi anak akan terlanggar harga dirinya dan sebagainya, kalau terekspos wajahnya. Jadi mohon anak-anak seperti itu dilindungi juga identitasnya agar tidak terkespos secara terbuka seperti itu," ujar Seto.

Kak Seto juga berharap foto anak yang melakuan perilaku tidak tertib untuk tidak disebarkan, seperti bergantungan di handle MRT dan lainnya.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Jakarta Capai 22.909, Dinkes: Angka Ini Seolah-olah Wow

Kasus Covid-19 Jakarta Capai 22.909, Dinkes: Angka Ini Seolah-olah Wow

Megapolitan
Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Habiskan Rp 101,5 Miliar

Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Habiskan Rp 101,5 Miliar

Megapolitan
Penutupan Operasi Patuh Jaya, 1.169 Pengendara di Kota Tangerang Kena Tilang

Penutupan Operasi Patuh Jaya, 1.169 Pengendara di Kota Tangerang Kena Tilang

Megapolitan
Lepas Jabatan Sekda Tangsel, Muhamad Langsung Blusukan ke Masyarakat

Lepas Jabatan Sekda Tangsel, Muhamad Langsung Blusukan ke Masyarakat

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Gelombang PHK Picu KDRT pada Masa Pandemi Covid-19

Pemkot Tangerang: Gelombang PHK Picu KDRT pada Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim KBM Tatap Muka yang Digelar Cuma Simulasi

Pemkot Bekasi Klaim KBM Tatap Muka yang Digelar Cuma Simulasi

Megapolitan
Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat Selama Pandemi

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat Selama Pandemi

Megapolitan
Mundur dari Jabatan Sekda, Muhamad Kembalikan Fasilitas Negara ke Pemkot Tangsel

Mundur dari Jabatan Sekda, Muhamad Kembalikan Fasilitas Negara ke Pemkot Tangsel

Megapolitan
Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Megapolitan
93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X