Kompas.com - 25/03/2019, 20:20 WIB
Foto penggerebekan di Indekos Kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senim (25/3/2019). Dokumen JaguarFoto penggerebekan di Indekos Kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senim (25/3/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Linda, mengatakan, pihaknya tengah membentuk tim untuk menelusuri sejumlah titik di Depok yang diduga kerap jadi tempat pasangan di luar nikah melakukan perbuatan mesum alias kumpul kebo.

"Saya sudah sebar tim deteksi dini, ya semacam intelnya satpol PP untuk mengintai tempat-tempat yang menjadi para kumpulan anak muda kumpul," ujar Linda saat dihubungi wartawan, Senin (25/3/2019).

Baca juga: Fraksi-fraksi di DPR Belum Akur Soal Pembahasan Pasal Kumpul Kebo

Ia mengaku telah memetakan titik-titik yang menjadi tempat kumpulan anak muda tersebut berkumpul.

Menurut dia, rata-rata perilaku asusila itu terjadi di indekos dan tempat penginapan.

"Kita telah pegang data laporan dari warga yang sering menjadi tempat kumpulnya mereka dan kami tengah menelusurinya," ucap dia.

Linda juga mengatakan, pihaknya akan menindak tegas penyedia jasa penginapan yang kedapatan menerima sekumpulan muda-mudi yang melakukan tindakan asusila.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Operasi Pekat, Anggota Brimob dan Polwan Tertangkap Kumpul Kebo

Sebelumnya,Tim Jaguar Polresta Depok mendapati sejumlah muda-mudi melakukan perbuatan mesum saat penggerebekan di indekos kawasan Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (25/3/2019) dini hari.

Komandan Tim Jaguar Iptu Winam Agus mengatakan, penggerebekan tersebut berawal dari banyaknya informasi warga yang resah akan banyaknya muda-mudi di indekos tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Megapolitan
Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Megapolitan
Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan Terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan Terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Megapolitan
5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

Megapolitan
Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film 'Avengers'

Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film "Avengers"

Megapolitan
Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Megapolitan
Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Megapolitan
Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Megapolitan
UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.