Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Kompas.com - 27/03/2019, 06:00 WIB
Warga RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat unjuk rasa menuntu pengusutan kasus oleh orang tak dikenal, Selasa (26/3/2019)KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Warga RW 008, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat unjuk rasa menuntu pengusutan kasus oleh orang tak dikenal, Selasa (26/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kapolsek Sawah Besar AKP Mingga mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku penyerangan warga RW 008, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dua pelaku kini dalam pengejaran polisi.

"Ya sudah ada dua pelaku. Namanya sudah ada. Lagi kita kejar terus karena kita sedang cari," ucap Mingga di Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Selasa (26/3/2019).

Identitas dua pelaku ini didapat saat petugas memeriksa barang bukti berupa kamera pengawas atau CCTV, serta pemeriksaan terhadap lima orang saksi.

"Kami sudah periksa lima orang saksi. Ini reskrim kita lagi pengejaran. Karena pelakunya sedang diburu, tapi melarikan diri," kata dia.

Baca juga: Unjuk Rasa, Warga Kartini Tuntut Polisi Usut Penyerangan di Wilayahnya

Mingga mengatakan, penyerangan tersebut tidak dipicu konflik apapun. Para pelaku diduga menyerang korban secara acak.

"Jadi ada segerombolan pelaku pakai motor lewat tiba-tiba langsung bacok. Jadi sebetulnya enggak ada apa-apa. Seperti slek gitu enggak ada. Tapi kadang-kadang itu nemu segerombolan orang lagi nongkrong, main bacok terus kabur," jelasnya.

Ia berjanji pihaknya akan terus mengejar pelaku dan mendalami motif penyerangan yang mengakibatkan beberapa korban terluka parah.

"Kita lakukan pengejaran, akan dikembangkan terus kasusnya," tutur Mingga.

Baca juga: Ojek Online Kena Bacok Saat Tunggu Penumpang di Terminal Bojong Gede

Sebelumnya, sejumlah warga RW 008, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat berunjuk rasa menuntut pengusutan kasus penyerangan yang terjadi di wilayahnya.

Kasus penyerangan itu terjadi pada tanggal 7 Maret 2019 yang mengakibatkan 3 warga luka berat.

Satu di antaranya terkena celurit hingga tangan nyaris putus dan harus dioperasi dengan biaya sebesar Rp 50 juta.




Close Ads X