Pasar Jaya Siapkan Tempat Relokasi PKL di Pasar Induk Kramat Jati

Kompas.com - 27/03/2019, 10:46 WIB
Zona sayuran Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (22/10/2018).KOMPAS.com/Ryana Aryadita Zona sayuran Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (22/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perumda Pasar Jaya mulai membangun tempat relokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (27/3/2019).

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menyatakan, tempat usaha tersebut akan menampung sebanyak 150 PKL yang kini berdagang di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati.

"Kami manfaatkan lahannya untuk kemudian menampung semua pedagang kaki lima yang saat ini berkeliaran di koridor ini bisa kami tampung," kata Arief kepada wartawan.

Arief menjelaskan, PKL-PKL itu mesti direlokasi di satu tempat karena mengganggu aliran keluar-masuk kendaraan dari dan ke dalam pasar.


Baca juga: Pasar Kramat Jati Telah Direvitalisasi, PKL Diharapkan Tak Ada Lagi di Jalanan

Dari pantauan Kompas.com, PKL tersebut umumnya mendirikan lapak di pinggir bangunan pasar tempat berlalu-lalangnya kendaraan dan komoditas buah dan sayur yang dijual.

"Jadi yang makan harus di kantin-kantin makan, kemudian pedagang-pedagang kecilnya bisa masuk di tempat-tempat yang sudah disediakan. Itu aja prinsipnya," ujar Arief.

Tempat relokasi PKL itu dapat menampung 150 PKL dari sekitar 300 PKL yang berada di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati. Tempat tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun.

"Maunya nanti kalau sudah bisa ditampung, tempatnya sudah cukup semua, semua PKL yang ada di dalam (lingkungan pasar) semuanya tertampung," kata Arief.

Ia menyebutkan, penataan tersebut merupakan bagian dari usaha menjadikan Pasar Induk Kramat Jati sebagai pasar percontohan yang berkelas internasional.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Megapolitan
Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Megapolitan
DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X