Mengunjungi Situ Cilodong yang Akan Dijadikan Destinasi Wisata Baru di Depok

Kompas.com - 27/03/2019, 14:05 WIB
Situ Cilodong, Jalan Abdul Geni, Kali Baru, Depok, Rabu (27/3/2019) KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVASitu Cilodong, Jalan Abdul Geni, Kali Baru, Depok, Rabu (27/3/2019)

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok berencana menjadikan Situ Cilodong sebagai destinasi wisata baru di wilayah tersebut. 

Wali Kota Depok Mohammad Idris sebelumnya mengusulkan rencana penataan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk pengurusan administrasi. 

Kompas.com berkesempatan mengunjungi Situ Cilodong yang akan ditata menjadi destinasi wisata, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: 32 Siswa Terjaring Razia karena Telat ke Sekolah hingga Berduaan di Situ Cilodong

Melewati jalan setapak dengan lebar lebih kurang satu meter, Kompas.com berjalan kaki mengelilingi Situ Cilodong.

Meski bukan hari libur, sejumlah warga terlihat mengunjungi Situ Cilodong.

Di samping jalan setapak, tampak pula anak-anak tengah asyik bermain di arena permainan anak.

Di sana ada permainan bola air, pancing-pancingan ikan, dan kereta-keretaan.

Baca juga: Ingin Coba MRT dari Depok? Begini Caranya...

Tampak seorang ibu dan dua anaknya tengah bermain bebek-bebekan. Terlihat senyum lebar tersungging di muka mereka seraya menikmati angin sepoi-sepoi Situ Cilodong yang dikelilingi pohon besar.

Saat Kompas.com menyusuri hingga bagian ujung, tampak sejumlah warga asyik memancing ikan di Situ Cilodong. 

"Sudah dapat lebih dari 10 ikan, Mbak. Ikannya kecil-kecil," ucap Imam, salah satu warga.

Baca juga: Cara Mengakses Stasiun MRT Terdekat dari Bekasi, Depok, dan Tangerang

Air di Situ Cilodong tampak bewarna hijau pekat. Dari kejauhan, air tampak bersih dengan sedikit daun kering yang mengapung di Situ Cilodong.

Namun, dari jarak dekat, banyak sampah dan lumpur yang mengotori Situ Cilodong. 

Tampak pula sejumlah petugas dari Satgas Sumber Daya Air Dinas PUPR Depok tengah membersihkan sampah plastik dari situ tersebut.

Baca juga: Ratusan Siswa SMK di Depok Menumpang UNBK di Sekolah Lain

Ketua Pokja Situ Cilodong Muhammad Kujang Saputra mengatakan, sampah di Situ Cilodong berasal dari kiriman Situ Cikaret, Bogor, Jawa Barat, yang mengalir ke kali. 

Situ Cilodong, Jalan Abdul Geni, Kali Baru, Depok, Rabu (27/3/2019)KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA Situ Cilodong, Jalan Abdul Geni, Kali Baru, Depok, Rabu (27/3/2019)
Kujang mengatakan, masyarakat sekitar dan petugas rutin membersihkan sampah-sampah tersebut.

"Untuk sampah skala kecil, warga rutin membersihkan situ ini. Kalau sampah skalanya besar biasanya petugas yang rutin membersihkan seminggu sekali," ujar Kujang.

Baca juga: Depok Belum Izinkan Transjakarta Beroperasi ke Stasiun MRT Lebak Bulus

Ia mengatakan, Situ Cilodong tak pernah sepi pengunjung. Menurut dia, banyak warga memanfaatkan wisata murah di Situ Cilodong karena dilengkapi permainan air. 

"Wah kalau hari libur ratusan orang ke sini, daripada jauh ke Margonda, biasanya mereka lebih pilih ke sini karena banyak arena bermainnya, kan," katanya. 

Terdapat 12 mainan bebek air dan satu perahu yang diberikan Pemerintah Kota Depok untuk menunjang fasilitas Situ Cilodong menjadi destinasi wisata.

Baca juga: Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia di Depok Direkrut dari Lapas

Pihaknya berharap, Pemerintah Kota Depok dapat mendukung fasilitas sarana dan prasarana di Situ Cilodong.

"Ya saya sudah dapat desain bagaimana situ ini akan dirancang menjadi tempat wisata di Depok, harapannya akan jadi lebih baik dari sekarang dan menjadi sumber ekonomi mayarakat sekitar juga," ujar Kujang. 

Adapun, Situ Cilodong memiliki luas lebih kurang 6,4 hektare. 

Baca juga: Berkenalan dengan Barbie di Facebook, Pria di Depok Babak Belur dan Diperas

Akses ke Situ Cilodong terbilang mudah.

Jika kita dari Jalan Raya Bogor bisa langsung ke kanan menuju Jalan Cilodong Raya, kemudian ke kiri menuju Jalan Raya Abdul Gani.

Kemudian, kita sudah menemukan Situ Cilodong di sisi kiri.  

Baca juga: Satpol PP Petakan Lokasi Kumpul Kebo di Depok

Dari Stasiun Depok ke Situ Cilodong juga hanya berjarak 6,9 kilometer dengan waktu tempuh 16 menit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Megapolitan
Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Megapolitan
Nilai RAPBD DKI 2021 di Tinggkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Nilai RAPBD DKI 2021 di Tinggkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Megapolitan
6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

Megapolitan
Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Megapolitan
Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Megapolitan
Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Megapolitan
Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Megapolitan
3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

Megapolitan
Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Megapolitan
Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X