Bestari: Tarif MRT Maksimal Rp 14.000 Ilegal

Kompas.com - 27/03/2019, 16:24 WIB
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARAnggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyebut, tarif moda raya terpadu (MRT) yang ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ilegal.

Itu dikarenakan kesepakatan tidak melibatkan anggota DPRD lainnya.

"Saya hari ini menyatakan itu ilegal kalau diganti-ganti hasil rapim," kata Bestari ketika dihubungi, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Sejumlah Anggota DPRD DKI Kritik Penetapan Tarif MRT

Pada Senin lalu, DPRD DKI Jakarta menggelar rapim bersama Pemprov DKI Jakarta dengan agenda penetapan tarif MRT dan light rail transit (LRT).

Dalam rapat itu, Prasetio Edi Marsudi menolak besaran tarif yang diusulkan DKI dan memutuskan tarif terjauh MRT Rp 8.500 dan tarif terjauh LRT Rp 5.000. Angka itu diketok setelah anggota rapat yang hadir menyetujui.

Namun keesokan harinya, Gubernur DKI Anies Baswedan mendatangi kantor Prasetio.

Ia melobi agar DPRD menyetujui tarif yang diusulkan Pemprov DKI. Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Rp 3.000-Rp 14.000 dan perhitungannya tergantung jarak.

Bestari menilai, kesepakatan sebelumnya sudah resmi dan tak seharusnya diubah lewat lobi-lobi yang dilakukan belakangan.

Baca juga: Tarif MRT Rp 3.000-Rp 14.000 Berlaku 1 April 2019

"Sudah disepakati Rp 8.500 dari ujung ke ujung dalam rapat pimpinan gabungan yang resmi. Ya sudah harusnya itu. Apapun yang diputuskan di situ harus dilaksanakan," kata dia.

Bestari menegaskan, keputusan yang diambil Prasetio bukan keputusan kolektif anggota dewan. Ia merasa tak diwakili lewat keputusan itu.

"Enggak boleh Pak Pras itu, saya tidak pernah memberikan kewenangan kepada Pak Pras untuk mewakili kami kemudian secara sendiri bersepakat. Enggak boleh," ujar Bestari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan Prioritas, Pemangkasan Pohon di Permukiman Bekasi Tunggu Aduan Warga

Bukan Prioritas, Pemangkasan Pohon di Permukiman Bekasi Tunggu Aduan Warga

Megapolitan
Pilot Wings Air yang Tewas Bunuh Diri Dikenal Baik dan Ramah oleh Tetangga

Pilot Wings Air yang Tewas Bunuh Diri Dikenal Baik dan Ramah oleh Tetangga

Megapolitan
12 Oknum Satpol PP DKI yang Diduga Bobol Dana Bank Dipecat

12 Oknum Satpol PP DKI yang Diduga Bobol Dana Bank Dipecat

Megapolitan
365 Kali Hari Anak dari Balik Jeruji Besi di Tangerang...

365 Kali Hari Anak dari Balik Jeruji Besi di Tangerang...

Megapolitan
Setelah Mediasi, Orangtua Murid dan SMA Kolese Gonzaga Sepakat Berdamai

Setelah Mediasi, Orangtua Murid dan SMA Kolese Gonzaga Sepakat Berdamai

Megapolitan
Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Ditetapkan sebagai Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Ditetapkan sebagai Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Polisi Klarifikasi Pelapor Dugaan Penistaan Agama Terhadap Sukmawati Soekarnoputri

Polisi Klarifikasi Pelapor Dugaan Penistaan Agama Terhadap Sukmawati Soekarnoputri

Megapolitan
Kediamannya Retak dan Ambruk, Warga Setu Numpang Tidur di Rumah Tetangga

Kediamannya Retak dan Ambruk, Warga Setu Numpang Tidur di Rumah Tetangga

Megapolitan
Sanksi Cabut Pentil Tak Lagi Mempan, Dishub Derek Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Sanksi Cabut Pentil Tak Lagi Mempan, Dishub Derek Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Megapolitan
Pembahasan RAPBD DKI 2020 Molor, Wakil Ketua DPRD Yakin Kemendagri Beri Dispensasi untuk Jakarta

Pembahasan RAPBD DKI 2020 Molor, Wakil Ketua DPRD Yakin Kemendagri Beri Dispensasi untuk Jakarta

Megapolitan
Musim Hujan, Bekasi Optimistis Titik Jalan Berlubang Berkurang

Musim Hujan, Bekasi Optimistis Titik Jalan Berlubang Berkurang

Megapolitan
Parkir di Jalur Sepeda, Pelanggar Berhamburan Saat Dishub Razia Dadakan

Parkir di Jalur Sepeda, Pelanggar Berhamburan Saat Dishub Razia Dadakan

Megapolitan
Musim Hujan, Pemkot Bekasi Pangkas Pohon Raksasa di Jalan Utama

Musim Hujan, Pemkot Bekasi Pangkas Pohon Raksasa di Jalan Utama

Megapolitan
Kolong Tol JORR Kota Bintang Bekasi Masih Akan Tergenang pada Musim Hujan Tahun Ini

Kolong Tol JORR Kota Bintang Bekasi Masih Akan Tergenang pada Musim Hujan Tahun Ini

Megapolitan
Tahun 2030, PAM Jaya Targetkan Semua Warga Jakarta Dapat Pasokan Air Bersih

Tahun 2030, PAM Jaya Targetkan Semua Warga Jakarta Dapat Pasokan Air Bersih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X