Anies Tanggapi Kritik DPRD DKI soal Tarif MRT

Kompas.com - 27/03/2019, 20:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengkhawatirkan protes sejumlah anggota DPRD Jakarta soal penetapan tarif moda raya terpadu ( MRT).

Anies mengklaim kesepakatannya dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sudah diterima anggota DPRD.

"Pak Pras mengumpulkan Ketua Fraksi semua. Cek dengan dewan saja, itu, kan, proses internal dewan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Taufik dan Bestari Minta Tarif MRT Dibahas Ulang dalam Rapat DPRD

Anies mengatakan, tarif yang diumumkan sebenarnya sudah sesuai dengan yang diumumkan.

Menurutnya, dia hanya menjelaskan kepada DPRD DKI terkait rincian tarif yang bervariasi tergantung jarak.

"Jadi kemarin itu yang saya sampaikan pembahasannya diterjemahkan dalam bentuk tarif antar stasiun. Kalau angkanya sama Rp 8.500 rata-ratanya (median Rp 3.000-Rp 14.000)," ujarnya. 

Baca juga: Bestari: Tarif MRT Maksimal Rp 14.000 Ilegal

Anies mengaku hanya mengoreksi agar tidak membuat bingung warga. Protes dari anggota DPRD, kata Anies, seharusnya menjadi urusan internal dewan.

"Bicara dengan dewan saja, bukan kami," kata Anies. 

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD DKI mengusulkan agar tarif MRT dibahas ulang.

Baca juga: Sejumlah Anggota DPRD DKI Kritik Penetapan Tarif MRT

Mereka menilai tarif yang sudah ditetapkan Anies dan Prasetio ilegal.

Mereka yang menolak dan mengaku tak dilibatkan yakni Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra M Taufik, Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus, dan Ketua Komisi B Abdurrahman Suhaimi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Megapolitan
Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Megapolitan
Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Megapolitan
PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

Megapolitan
Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Megapolitan
Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Megapolitan
Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Megapolitan
Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X