Baru Dua Fraksi yang Setor Nama untuk Pansus Cawagub DKI

Kompas.com - 28/03/2019, 16:07 WIB
Rapat paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta perihal penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD DKI Jakarta 2017 sepi dari anggota dewan.   Rapat dilaksankanan di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/11/2016). Kahfi Dirga CahyaRapat paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta perihal penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD DKI Jakarta 2017 sepi dari anggota dewan. Rapat dilaksankanan di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Muhammad Yuliadi menyebut, baru ada beberapa fraksi di DPRD DKI yang menyerahkan nama anggotanya untuk masuk dalam panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Kita sudah bikin surat ke fraksi-fraksi sebagian fraksi sudah bikin jawaban ngusulin siapa-siapa anggota yang bergabung di pansus. Hanura sudah Ongen Sangaji, Nasdem, Pak Bestari," kata Yuliadi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Jumlah anggota fraksi yang masuk ke pansus pun berbeda-beda, tergantung dari jumlah kursi fraksi tersebut di DPRD DKI Jakarta.

"Terus yang anggota pansus tergantung jumlah kursi yang ada. PDI-P bisa 8 kursi di pansus," ujar dia.

Baca juga: Wagub DKI Belum Ditentukan, Anies Ingatkan 3 Minggu Lagi Pemilu

Yulardi mengatakan, setelah semua nama dari fraksi-fraksi diserahkan, akan dibuat surat keputusan (SK).

Setelah itu, pansus DPRD akan membentuk panitia seleksi (pansel) untuk menggelar pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno.

"Kan bentuk pansus dulu habis itu bentuk pansel. Baru bentuk aturan tergantung mereka. Tergantung pansel dia mau apa, aturannya apa saja, terserah. Mau sistem (pemilihan) tertutup atau tertulis pemilihannya. Tergantung mereka apakah dicoblos atau contreng," papar dia.

Sebelumnya diberitakan, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta dan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menyerahkan surat berisi dua nama calon wakil gubernur DKI Jakarta kepada Gubernur Anies, Jumat (1/3/2019).

Baca juga: Anies: Pilpres Enggak Ada Hubungannya sama Pemilihan Wagub DKI

Dua nama yang dimaksud yakni kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Surat berisi dua nama  cawagub DKI itu sudah ditandatangani oleh pimpinan PKS dan Gerindra, baik di tingkat pusat maupun provinsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X