"Harga Parkir Motor di Stasiun Depok Baru Mahal Melebihi di Mal"

Kompas.com - 28/03/2019, 16:24 WIB
Parkiran di Stasiun Depok Baru, Pancoran Mas, Kamis (23/3/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAParkiran di Stasiun Depok Baru, Pancoran Mas, Kamis (23/3/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Sejumlah warga mengeluhkan tarif parkir terbaru di Stasiun Depok Baru.

Warga menilai tarif parkir motor maupun mobil kini terlalu mahal.

"Saya parkir biasa Rp 6.000, eh sekarang bacaannya sudah Rp 10.000 karena pakai komputer scan jadi lebih mahal," ucap salah satu warga, Kristi di Stasiun Depok Baru, Kamis (28/3/2019).

Ia mengatakan, harga parkir tersebut naik sejak seminggu yang lalu. 


Baca juga: Tarif Parkir Park and Ride Stasiun MRT: Motor Rp 2.000, Mobil Rp 5.000

Hal senada dikeluhkan Elvina, salah satu warga yang parkir di Stasiun Depok Baru. 

"Saya parkir motor belum ada satu jam sudah kena Rp 8.000. Mending numpang parkir di mal saja sekalian. Harganya melebihi parkir mal," ujar Elvina. 

Lain halnya dengan Sanul. Warga Depok ini tak masalah dengan tarif tersebut.

"Tidak masalah sih, saya emang kerjanya jauh dan pasti pulang lama. Selama aman parkir di sini sih tidak masalah ya dengan tarif," ujar Sanul.

Parkir motor di dalam Stasiun Depok Baru itu dipatok harga yang berbeda-beda tiap lahan parkir. 

Parkir motor di samping Stasiun Depok Baru yang mengarah ke Pasar Kemiri Muka dikenakan tarif Rp 6.000.

Sementara, sebelah kanan dekat shelter ojek online Stasiun Depok Baru harga parkir motor dikenakan tarif Rp 8.000 untuk 10 jam pertama lantaran menggunakan komputer scan.

Sementara untuk mobil, semua sama ditarif Rp 10.000 per 10 jamnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
Suhu Jakarta Panas, Warga Diimbau Tidak Bakar Sampah

Suhu Jakarta Panas, Warga Diimbau Tidak Bakar Sampah

Megapolitan
Tolak Prabowo Masuk Kabinet, Aktivis 98: Masih Banyak Relawan Jokowi yang Cocok Jadi Menteri

Tolak Prabowo Masuk Kabinet, Aktivis 98: Masih Banyak Relawan Jokowi yang Cocok Jadi Menteri

Megapolitan
Maju Pilkada Tangsel 2020, Siti Nur Azizah Mengaku Tak Ingin Manfaatkan Ma'ruf Amin

Maju Pilkada Tangsel 2020, Siti Nur Azizah Mengaku Tak Ingin Manfaatkan Ma'ruf Amin

Megapolitan
Gelar 7 Pertunjukan Kebudayaan, Pemprov DKI Ubah Wajah Jakarta

Gelar 7 Pertunjukan Kebudayaan, Pemprov DKI Ubah Wajah Jakarta

Megapolitan
Ceceran Semen Tumpah di Jalan Raya Gempol, Pengendara Diimbau Hati-hati

Ceceran Semen Tumpah di Jalan Raya Gempol, Pengendara Diimbau Hati-hati

Megapolitan
Sembilan Tahun Bekerja sebagai ART, ABA Kerap Disiksa Majikan dan Tak Terima Gaji

Sembilan Tahun Bekerja sebagai ART, ABA Kerap Disiksa Majikan dan Tak Terima Gaji

Megapolitan
Tiupan Angin Kencang, Atap Dapur Rumah di Mampang Roboh

Tiupan Angin Kencang, Atap Dapur Rumah di Mampang Roboh

Megapolitan
Tahu Ada Razia Satpol PP, Para PKL Kabur Tinggalkan Gerobak

Tahu Ada Razia Satpol PP, Para PKL Kabur Tinggalkan Gerobak

Megapolitan
Tolak Eksepsi Desrizal, Jaksa Sebut Isinya Hanya Pendapat Kuasa Hukum Saja

Tolak Eksepsi Desrizal, Jaksa Sebut Isinya Hanya Pendapat Kuasa Hukum Saja

Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Cari Dana CSR untuk Renovasi Rumah Korban Kebakaran Bidara Cina

Pemkot Jakarta Timur Cari Dana CSR untuk Renovasi Rumah Korban Kebakaran Bidara Cina

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X