Laporan Qlue Turun Setelah Pergantian Gubernur DKI, Ini Penyebabnya...

Kompas.com - 28/03/2019, 17:38 WIB
Pembacaan Deklarasi Smart Citizen dalam acara Smart Citizen Day di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/ ARDITO RAMADHANPembacaan Deklarasi Smart Citizen dalam acara Smart Citizen Day di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah laporan dan aduan warga DKI Jakarta lewat aplikasi Qlue sempat menurun usai pergantian Gubernur DKI Jakarta dari tangan Djarot Saiful Hidayat ke Anies Baswedan pada 2017. 

Founder sekaligus CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, jumlah laporan menurun karena adanya kabar bahwa laporan Qlue tidak akan ditindaklanjuti.

"Laporan Qlue sendiri bisa dibilang di 2017 itu nge-drop karena orang berpikir dengan ganti gubernur itu gubernur tidak tindak lanjut lagi laporan," kata Rama dalam acara "Smart Citizen Day", di Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Menkominfo: Qlue Kembangkan Ekosistem Menjadi Smart Citizen

Kendati tidak menyebut secara detail, Rama menyebut jumlah aduan yang masuk ke Qlue mulai menanjak pada 2018.

Sebab, masih ada pengguna yang memilih bertahan di Qlue dan mendapati bahwa aduan yang mereka kirimkan tetap ditindaklanjuti Pemprov DKI. 

"Jadi kita lihat memang ada drop di 2017, tetapi di 2018 perlahan-lahan dia meningkat sekitar 10-15 persen per bulan," ujarnya. 

Baca juga: Berawal dari Jakarta, Qlue Sudah Diterapkan di Belasan Daerah

Berdasarkan catatan Kompas.com, Kepala Dinas Kominfotik DKI Dian Ekowati sempat memberikan data penurunan laporan itu pada Februari 2018.

Pada 2016, jumlah laporan Qlue tertinggi terjadi pada April, yaitu sebanyak 55.665 laporan. Sementara pada April 2017, jumlah laporannya hanya 25.582.

Setelah April 2017, jumlah laporan Qlue tidak pernah menyentuh angka 20.000.

Baca juga: Dorong Warga Jadi Smart Citizen, Qlue Gelar Smart Citizen Day

Lengkapnya, 17.873 laporan pada Mei, 16.265 pada Juni, 16.760 pada Juli, 18.460 pada Agustus, 18.096 pada September, 16.029 pada Oktober, 12.405 pada November, dan 10.759 pada Desember.

Dibandingkan dengan jumlah laporan pada 2016, ada 48.478 laporan pada Mei.

Kemudian sebanyak 56.111 laporan pada Juni, 50.725 pada Juli, 55.151 pada Agustus, 45.373 pada September, 50.412 pada Oktober, 36.058 pada November, dan 28.901 pada Desember.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Megapolitan
Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Megapolitan
Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X