Kasus Pengaturan Skor, Polisi Periksa 3 Direktur PT Liga Indonesia Baru

Kompas.com - 01/04/2019, 15:38 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono  memberi keterangan ke media pada Senin (1/4/2019) di Mapolda Metro Jaya KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memberi keterangan ke media pada Senin (1/4/2019) di Mapolda Metro Jaya

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Antimafia Bola memeriksa tiga saksi terkait kasus pengaturan skor, Senin (1/4/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiga saksi yang diperiksa merupakan pengurus PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Hari ini, satgas dari penyidik Mabes Polri memeriksa tiga saksi yakni Berlinton Siahaan selaku Dirut PT LIB, Risha Adi Wijaya selaku Direktur Eksekutif PT LIB, dan Tigor Shalom Boboy selaku Direktur Operasional PT LIB," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin siang.

Baca juga: Usut Dugaan Pengaturan Skor di Liga 2, Polisi Bakal Panggil 22 Saksi

Ia mengatakan, ketiganya sudah hadir di Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Bahkan, lanjut dia, Berlinton diketahui sudah meninggalkan lokasi pemeriksaan.

"Jadi yang bersangkutan sudah hadir di Bareskrim untuk dimintai keterangan terhadap kasus Pak H (Hidayat) ya, pengaturan skor itu," ujarnya. 

Baca juga: Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Adapun, Hidayat ditetapkan sebagai tersangka ke-16 dalam kasus pengaturan skor pada 25 Februari 2019. 

Ia diduga berperan mempengaruhi Manajer Madura FC Januar Hermawan untuk mengatur skor pertandingan antara Madura FC melawan PSS Sleman di Liga 2 2018.

Hidayat diketahui merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Namun, ia dipecat dari Exco PSSI pada Desember 2018 lantaran terlibat kasus pengaturan skor. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak-anak yang Lakukan Pornoaksi Pura-pura Belajar Online untuk Mengelabui Orangtua

Anak-anak yang Lakukan Pornoaksi Pura-pura Belajar Online untuk Mengelabui Orangtua

Megapolitan
'Orang-orang Memang Pakai Masker, tapi Mengapa saat Ngobrol Malah Dilepas?'

"Orang-orang Memang Pakai Masker, tapi Mengapa saat Ngobrol Malah Dilepas?"

Megapolitan
Pertamina Periksa Sampel Gumpalan Minyak di Pulau Pari

Pertamina Periksa Sampel Gumpalan Minyak di Pulau Pari

Megapolitan
Pemkot Jaktim Ingin Bangun Tugu Peti Mati untuk Ingatkan Bahaya Covid-19

Pemkot Jaktim Ingin Bangun Tugu Peti Mati untuk Ingatkan Bahaya Covid-19

Megapolitan
Terekam Kamera CCTV, Begini Detik-detik Penembakan Pria di Kelapa Gading

Terekam Kamera CCTV, Begini Detik-detik Penembakan Pria di Kelapa Gading

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Megapolitan
Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Megapolitan
Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Megapolitan
Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

Megapolitan
Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

Megapolitan
Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X