PPSU Jadi Korban Tabrak Lari, Lurah hingga Pasukan Oranye Urunan

Kompas.com - 01/04/2019, 17:57 WIB
Tampak suasana kediaman Naufa Rosyid (24), petuga kebersihan yang tewas ditabrak pengendara motor di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVITampak suasana kediaman Naufa Rosyid (24), petuga kebersihan yang tewas ditabrak pengendara motor di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Pihak Kelurahan Susukan, Jakarta Timur, melakukan urunan untuk mengumpulkan dana duka cita kepasa keluarga Naufal Rosyid, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum yang menjadi korban tabrak lari.

Lurah Susukan Mukodas mengatakan, dana itu dikumpulkan oleh seluruh pegawai kelurahan hingga petugas PPSU yang bernaung di bawah Kelurahan Susukan.

"Saya baru ngumpulin tadi pas apel tadi, kita harus berpartisipasi, pegawai kelurahan dan pegawai PPSU saya suruh juga untuk berpartisipasi," kata Mukodas kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

Mukodas menuturkan, para petugas PPSU di Kelurahan Susukan sebetulnya telah mempunyai mekanisme dana sosialnya sendiri yang bisa digunakan kala ada petugas yang mengalami musibah.


Baca juga: Lurah Susukan: Tolong Lah Orang yang Tabrak Lari Petugas PPSU Itu Muncul...

Mukodas mengatakan, setiap petugas sudah rutin menyisihkan penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan dana sosial tersebut.

"Dana dari anak-anak PPSU nanti rencananya akan diserahkan kepada orangtuanya Insya Allah pada malam tiga hari Rabu besok," kata Mukodas.

Mukodas melanjutkan, biaya perawatan Naufal setelah mengalami kecelakaan juga ditanggung oleh PT Jasa Raharja karena status dia sebagai korban kecelakaan lalu lintas.

"Itu kan memang peraturan Jasa Raharja ya kalau kecelakaan lalu lintas (biaya perawatannya) ditanggung. Bukan karena PPSU lho ya, masyarakat umum kalau kecelakaan memang ada santunannya," ujar Mukodas.

Baca juga: Naufal Tidak Malu Jadi Petugas Kebersihan meski Masih Muda...

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas PPSU Kelurahan Susukan bernama Naufal menjadi korban tabrak lari saat membersihkan jalan di flyover Pasar Rebo pada Selasa (26/3/2019) pagi.

Naufal menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (30/3/2019) malam. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecam tindakan pengecut pengendara motor yang menewaskan Naufal. 

"Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu, ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tetapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil," tulis Anies dalam unggahannya di akun Instagram @aniesbaswedan. 

Polisi telah memeriksa dua orang saksi yaitu petugas PPSU yang bekerja dengan Naufal pada saat kejadian untuk memburu pelaku tabrak lari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X