Lurah Susukan Akui Flyover Pasar Rebo Rawan Kecelakaan buat Petugas PPSU

Kompas.com - 01/04/2019, 18:25 WIB
Suasana flyovee Pasar Rebo lokasi peristiwa tabrak lari yang menewaskan seorang petugas PPSU pada Selasa (26/3/2019) lalu. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana flyovee Pasar Rebo lokasi peristiwa tabrak lari yang menewaskan seorang petugas PPSU pada Selasa (26/3/2019) lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Susukan Mukodas mengakui, Flyover Pasar Rebo rawan bagi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bekerja di sana.

Mukodas mengatakan, petugas yang ditugaskan di sana telah diberi arahan khusus agar terhindar dari risiko ditabrak kendaraan yang melaju di jalan layang tersebut.

"Dari awal sudah kami bilangin, petugas ke arah depan kita itu ditaruh tong sampah sebagai pengamanan kita," kata Mukodas saat ditemui di kantornya, Senin (1/4/2019).

Mukodas menjelaskan, tong sampah itu berfungsi sebagai penanda bahwa ada petugas yang bekerja di pinggir jalan sehingga mobil yang melaju dapat menurunkan kecepatan dan menghindari lokasi kerja petugas.

Baca juga: PPSU Jadi Korban Tabrak Lari, Lurah hingga Pasukan Oranye Urunan

Mukodas menambahkan, para petugas PPSU juga telah diinstruksikan untuk bekerja melawan arus lalu lintas. Tujuannya, supaya petugas dapat melihat kendaraan yang berada di depannya.

"Jangan kita membelakangi, kalau kita membelakangi, kita serius nyapu, enggak tahu ada kendaraan. Kalau di depan, kalau liat motor ngebut kita bisa minggir dulu," ujar Mukodas.

Menurut Mukodas, kendaraan yang melaju di Flyover Pasar Rebo umumnya berkecepatan tinggi saat kondisi jalan sepi.

Seorang petugas PPSU Kelurahan Susukan bernama Naufal menjadi korban tabrak lari saat membersihkan jalan di Flyover Pasar Rebo pada Selasa pagi pekan lalu. Naufal menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu malam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecam tindakan pengendara sepeda motor yang kabur itu. 

"Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu, ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tetapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil," tulis Anies dalam unggahannya di akun Instagramnya @aniesbaswedan. 

Polisi telah memeriksa dua orang saksi yaitu petugas PPSU yang bekerja bersama Naufal pada saat kejadian untuk memburu pelaku tabrak lari.

Sejumlah petugas PPSU menyebutkan, Flyover Pasar Rebo rawan kecelakaan karena ketiadaan area pejalan kaki serta laju kendaraan yang sangat cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Megapolitan
Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Megapolitan
Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Megapolitan
Dicecar soal Dana Pembangunan Lintasan Formula E, Jakpro Sebut Rogoh Duit Korporasi

Dicecar soal Dana Pembangunan Lintasan Formula E, Jakpro Sebut Rogoh Duit Korporasi

Megapolitan
Meski Dilarang Selama PTM, Masih Ada Siswa yang Jajan di Luar Area Sekolah

Meski Dilarang Selama PTM, Masih Ada Siswa yang Jajan di Luar Area Sekolah

Megapolitan
PN Depok Lockdown, Hakim dan Belasan Orang Positif Covid-19

PN Depok Lockdown, Hakim dan Belasan Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub Pastikan Pasokan Minyak Goreng di DKI Jakarta Aman

Wagub Pastikan Pasokan Minyak Goreng di DKI Jakarta Aman

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Orang yang Teriaki Korban Maling Jadi Tersangka

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Orang yang Teriaki Korban Maling Jadi Tersangka

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Sebut 14 Warga Cilandak yang Terpapar Omicron Selesai Jalani Isolasi

Wali Kota Jaksel Sebut 14 Warga Cilandak yang Terpapar Omicron Selesai Jalani Isolasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Konvoi di Tol Andara Ditegur Polisi karena Tak Izin Bikin Dokumentasi

Pengendara Mobil Konvoi di Tol Andara Ditegur Polisi karena Tak Izin Bikin Dokumentasi

Megapolitan
Ada Polisi Saat Kakek 89 Tahun Dikeroyok Massa hingga Tewas, IPW Desak Pemeriksaan oleh Propam

Ada Polisi Saat Kakek 89 Tahun Dikeroyok Massa hingga Tewas, IPW Desak Pemeriksaan oleh Propam

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Meningkat akibat Perjalanan Domestik

Jumlah Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Meningkat akibat Perjalanan Domestik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.