67.243 Warga Kabupaten Bekasi Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Kompas.com - 02/04/2019, 17:17 WIB
Ilustrasi e-KTP KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi e-KTP

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Ali Syahbana mengatakan, sebanyak 67.243 warga Kabupaten Bekasi belum melakukan perekaman KTP elektronik.

Dari total warga yang wajib memiliki KTP elektronik yakni 1.935.708 orang, sebanyak 1.866.346 orang telah melakukan perekaman KTP elektronik.

"(Warga) yang belum melakukan perekaman E-KTP sebanyak 67.243 dari 1.935.708 warga yang wajib miliki KTP elektronik," kata Ali, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: KPU Minta Kemendagri Percepat Perekaman Data E-KTP

"Sudah mencapai 96,42 persen warga yang punya E-KTP. Sisa sedikit lagi, sekitar tiga persen saja yang belum punya karena belum perekaman E-KTP," tambah Ali.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengejar target seluruh warga Kabupaten Bekasi yang wajib miliki KTP untuk melakukan perekaman E-KTP jelang Pemilu 2019.

"Kami akan kejar hingga seluruh warga Kabupaten Bekasi punya E-KTP apalagi menjelang pemilu ini," ujar Ali.

Saat ini, sudah ada 132.000 KTP yang siap dicetak. Dari jumlah itu, sudah 78.000 keping KTP yang didistribusikan ke 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

"Kami dibantu Dirjen Kemendagri pencetakannya sebanyak 47.500 dan yang sudah selesai dicetak 26.500. Sisanya nanti dalam waktu dua minggu ke depan kami selesaikan (pendistribusian ke warga)," kata Ali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Megapolitan
Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Megapolitan
Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Megapolitan
Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Megapolitan
Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Megapolitan
Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Megapolitan
7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Megapolitan
Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Megapolitan
Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X