Gangguan Listrik, KRL Jakarta Kota-Bekasi Hanya Sampai Cakung

Kompas.com - 02/04/2019, 19:10 WIB
Ilustrasi KRL KOMPAS.COM/Nadia ZahraIlustrasi KRL

JAKARTA, KOMPAS.com - Listrik Aliran Atas (LAA) lintas Tambun- Bekasi mengalami kendala pada Selasa (2/4/2019) malam.

"PT KCI memohon maaf atas masih berlangsungnya perbaikan prasarana perkeretaapian listrik aliran atas yang terkendala di lintas Tambun-Bekasi. Saat ini petugas telah menyelesaikan tahap memastikan tidak ada kabel yang menghalangi jalur rel," ujar Vice President Communication PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa malam. 

Saat ini, listrik aliran atas masih dipadamkan untuk diperbaiki sehingga perjalanan KRL masih tertahan.

Baca juga: Perbaikan Listrik Aliran Atas di Jalur Cilebut-Bogor Ditargetkan Selesai Siang Nanti


"Langkah yang selanjutnya diambil adalah mengurai antrean kereta jarak jauh di lintas Bekasi. Hal ini dimungkinkan karena kereta jarak jauh tidak memerlukan pasokan daya dari kabel listrik aliran atas," katanya. 

Sejumlah perjalanan kereta jarak jauh yang sempat tertahan di Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun akan kembali melanjutkan perjalanan.

Ia mengatakan, perjalanan KRL di lintas Bekasi masih tetap dilayani hingga Stasiun Cakung, Jakarta Timur.

Baca juga: KRL Jurusan Bogor Anjlok, Listrik Aliran Atas Dipadamkan

Kepadatan di Stasiun Cakung juga diperkirakan lebih banyak dari biasanya karena merupakan stasiun pemberangkatan dan stasiun akhir. 

"PT KCI mengimbau para pengguna untuk dapat menggunakan alternatif moda transportasi lain selama proses perbaikan yang masih berjalan. PT KCI juga mempersilakan pengguna untuk melakukan refund maupun batal perjalanan di loket stasiun," ujar Anne. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X