Ahmad Syaikhu: Kalau Boleh, Harapan Saya Sih Wagub DKI Dipilih Sebelum Pemilu...

Kompas.com - 03/04/2019, 09:25 WIB
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu di Kantor Asyikpreneur, Kota Bekasi, Rabu (6/3/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVICalon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu di Kantor Asyikpreneur, Kota Bekasi, Rabu (6/3/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu berharap pemilihan Wagub DKI Jakarta bisa selesai sebelum Pemilu 2019 atau setelah 17 April ini.

Kendati demikian, Syaikhu pesimistis pemilihan Wagub DKI Jakarta bisa tuntas sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) karena waktu yang mepet.

"Ya harapannya sih secepatnya, tapi memang kelihatannya susah juga kalau sebelum Pilpres. Kalau saya boleh berharap sih bisa selesai sebelum Pilpres," kata Syaikhu di Lapangan Kobra, Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/4/2019).

Dia menambahkan, saat ini dirinya menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan Waguh DKI kepada DPRD DKI Jakarta.

"Kita ikutin proses saja karena dilakukan di DPRD DKI. (Kalau terpilih) Kita akan bersinergi sama Pak Gubernur dan mendukung apa-apa program-program yang dilaksanakan pak Gubernur," ujar Syaikhu.

Baca juga: PKS Yakin Wagub DKI Baru Dipilih Setelah Pemilu

Menurut Syaikhu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus cepet mendapat pendamping sebab, jika semakin lama proses pemilihan Wagub DKI berjalan. Maka akan mengganggu proses birokrasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tujuh bulan pak Anies sendiri, ini bukan proses yang kemudian lancar-lancar saja di dalam proses birokrasi pemerintahan. Ini yang akan berdampak, semakin lama maka akan semakin banyak hal yang terganggu dalam proses birokrasi pemerintahan," tutur Syaikhu.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebutkan, pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta baru akan dilanjutkan setelah Pemilu 2019 atau setelah 17 April ini.

Pras mengatakan, saat ini anggota dewan masih sibuk berkampanye. Tak hanya kampanye untuk diri sendiri, para anggota dewan juga perlu mengampanyekan pasangan capres-cawapres yang diusung oleh partai masing-masing.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Sibuk Kampanye, Cawagub Sabar Menunggu

"Enggak mungkin buat mereka. Berat turun lapangan masuk lagi ke sini. Ini setelah tanggal 17 kali," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/4/2019).

Adapun, hingga saat ini posisi wagub DKI Jakarta belum diputuskan. 

DPRD DKI telah menerima surat berisi dua nama cawagub DKI Jakarta yang diusulkan Gerindra dan PKS dari Gubernur Anies pada Senin (4/3/2019), yakni kader PKS Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Proses selanjutnya yakni DPRD DKI akan menentukan jadwal rapat paripurna memilih wagub DKI. 

Jadwal rapat paripurna pemilihan wagub hingga kini belum ditentukan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Scooterist Jakarta Utara Keliling Indonesia, Promosikan 12 Destinasi Wisata

Scooterist Jakarta Utara Keliling Indonesia, Promosikan 12 Destinasi Wisata

Megapolitan
70 Persen Pengunjung Bioskop CGV Bekasi Cyber Park Memesan Tiket Secara Online

70 Persen Pengunjung Bioskop CGV Bekasi Cyber Park Memesan Tiket Secara Online

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng' di Pinang Tangerang, 2 Orang Tewas

Motor "Adu Banteng" di Pinang Tangerang, 2 Orang Tewas

Megapolitan
Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Megapolitan
Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Megapolitan
Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Megapolitan
Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Megapolitan
Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.