JPO Pasar Minggu Akan Dibongkar Nanti Malam

Kompas.com - 05/04/2019, 10:47 WIB
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dijadwalkan akan dilakukan Jumat (5/4/2019) ini mulai malam pukul 22.00 WIB.

Proses pembongkaran ditarget selesai dalam tiga hari, Namun pengerjaan pembongkaran hanya akan selama tujuh jam setiap malam, yaitu dari 22.00 hingga pukul 05.00 pagi.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Jumat.

"Akan dikerjakan mulai jam 10 malam sampai jam lima pagi, makanya nanti ada pengalihan lulintas," kata dia.

Baca juga: Ada Pembongkaran JPO Pasar Minggu, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalin

Pengalihan arus lalulintas pun akan diberlakukan selama proses pembongkaran berlangsung. 

Pengerjaan paling berat diperkirakan akan terjadi pada malam nanti. Pasalnya, pembongkaran pertama akan lebih rumit.

Namun pihaknya memastikan tidak ada kendala dalam porses pembongkaran JPO tersebut. Dia juga yakin proses pembongkaran akan selesai tepat waktu.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan rekayasa lalu lintas terkait pembongkaran JPO Pasar Minggu itu. Hal tersebut dilakukan guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengendara yang melintas di area tersebut.

"Karena ada penurunan JPO, dari Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, Kamis kemarin.

Rekayasa lalin tersebut berlangsung sebagai berikut:

Untuk pengendara yang menuju kawasan Depok, arus lalu lintas dialihkan mulai dari traffic light Pejaten dibelokkan ke arah kanan menuju ke Jalan Pejaten Raya dan belok kiri ke Jalan Rusli Hakim.

Kemudian, belok kiri kembali ke Jalan Pejaten Raya, lalu belok kiri ke Jalan Sawo Manila atau Jalan Salihara (depan Universitas Nasional) menuju Jalan Ragunan dan lurus menuju Jalan Pasar Minggu untuk menuju arah depok.

Sementara itu, pengendara yang melintas di Jalan Raya Pasar Minggu menuju arah Pancoran akan melalui Jalan Lenteng Agung dialihkan belok kiri ke Jalan Pertanian 3 dan tembus ke Jalan Ragunan.

Bagi pengendara yang ingin menuju Kuningan dapat lurus dan tetap berada Jalan Ragunan.

Kemudian, pengendara yang ingin menuju Pancoran dapat berputar arah di depan Litbang Pertanian dan belok kiri menuju Jalan Salihara, belok kiri ke Jalan Sawo Manila menuju Jalan Pejaten Raya dan tetap berada di Jalan Pejaten Raya untuk menuju Jalan Pasar Minggu arah Pancoran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

Megapolitan
Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

Megapolitan
Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

Megapolitan
Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

Megapolitan
Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

Megapolitan
Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

Megapolitan
Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

Megapolitan
Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Megapolitan
DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

Megapolitan
Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Megapolitan
GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Megapolitan
Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Megapolitan
Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X