Pangan Murah Rp 126.000, Bisa Dapat Apa Saja?

Kompas.com - 05/04/2019, 17:32 WIB
Petugas menyerahkan beras yang merupakan bagian dari pangan murah kepada warga di RPTRA Keuangan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGIPetugas menyerahkan beras yang merupakan bagian dari pangan murah kepada warga di RPTRA Keuangan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Keuangan, Bendungan Hilir, Nidia, menyebut, warga bisa membeli paket lengkap pangan murah dengan harga Rp 126.000.

Dengan Rp 126.000, warga bisa mendapatkan 5 kilogram beras, 1 kilogram daging sapi atau kerbau (bisa dipilih), 1 tray telur ayam dengan isi 15 butir, 1 ekor daging ayam, 1 kilogram ikan kembung, dan 1 karton susu UHT yang berisi 24 susu kemasan.

Pangan murah ini diperuntukan bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Lansia Jakarta (KLP), atau kartu ATM Bank DKI bagi Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pekerja Harian Lepas (PHL).

"Ada daging ayam, sapi, kerbau, beras, ikan, susu, tetapi kalau susu hanya untuk pemegang KJP. Yang boleh nebus itu kan juga pemegang kartu Bank DKI itu PJLP dan PHL boleh tapi mereka enggak dapat susu. Sama kartu lansia dia juga enggak dapat susu," kata Nidia, di RPTRA Keuangan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Berikut Jadwal Pasar Murah di Jakarta...

Paket lengkap dengan susu memang hanya diperuntukan bagi pemegang KJP Plus, sedangkan pemegang KLP dan ATM Bank DKI (PHL dan PPSU) bisa membeli paketan pangan murah dengan harga Rp 96.000 tetapi tanpa mendapatkan susu.

"Kalau KJP lengkap Rp 126.000 plus susu, kalau PJLP PHL Rp 96.000," ucap dia.

Meski dijual dengan harga yang murah, kata Nidia, kualitas pangan yang diberikan kepada warga tidak kalah dengan yang dijual di pasaran.

"Daging sapi sekilo Rp 35.000, memang harganya jauh beda ya dibanding di pasaran. Ayam Rp 8.000 per ekor, tetapi kualitasnya bagus kareja saya juga ikut tebus, kualitas bukan produk yang sembarangan meski murah," tutur Nidia.

Baca juga: Gerai Kewirausahaan Dibuka di Marunda, Warga Bisa Beli Pangan Murah

Adapun penjualan pangan murah rutin dilaksanakan setiap bulannya oleh Pemprov DKI Jakarta di seluruh RPTRA di Jakarta, termasuk di RPTRA Keuangan.

Dalam program ini, warga bisa mendapatkan 5 kilogram beras dengan harga Rp 30.000, 1 kilogram daging sapi dengan harga Rp 35.000, telur ayam Rp 10.000 dengan isi 15 butir.

Selain itu, daging ayam Rp 8.000 per ekor, ikan kembung Rp 13.000 per kilogram, susu UHT Rp 24.000 per karton yang berisi 24 susu, dan daging kerbau Rp 30.000 per kilogram.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Megapolitan
Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X