Dirut: Jangan Lupa "Tap Out" Sebelum Naik MRT Lagi

Kompas.com - 05/04/2019, 22:53 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIDirektur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

JAKARTA,  KOMPAS.com – Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sahbandar menegaskan pentingnya penumpang menaati regulasi mengenai tiket.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah penumpukan penumpang akibat tiket yang tak terlacak di gerbang pembayaran.

“Pada prinsipnya, kami membuka selebar-lebarnya buat warga di seluruh Indonesia untuk mencoba MRT. Daripada untuk coba MRT sengaja pergi ke luar negeri, lebih baik ke Jakarta saja karena sudah ada,” ujar William kepada Kompas.com saat ditemui di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019) malam.

Baca juga: MRT Beroperasi, Momentum Bagi DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah


“Yang penting, ikuti aturan soal tiket. Kalau misalnya ingin coba ke titik terjauh, misalnya ke Lebak Bulus, ikuti aturan untuk tap out dulu sebelum masuk lagi," katanya. 

William menyebut, antusiasme warga tinggi untuk menjajal moda transportasi massal ini.

Ia mengapresiasi sejumlah perilaku positif para penumpang yang cepat beradaptasi dengan sistem MRT.

Baca juga: Blok M Jadi Kawasan Favorit Kulineran Naik MRT

Meski demikian, membeludaknya penumpang menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau tidak ikut aturan soal tiket nanti merugikan semuanya juga, karena setiap kali kartu tidak terbaca, gate akan error dan mesti di-set ulang," ujar William.

“Semakin sering dia error, semakin cepat juga nanti dia rusak," katanya. 

Baca juga: Anak dengan Tinggi Kurang dari 90 Cm Gratis Saat Naik MRT

Sebelumnya, gerbang pembayaran MRT sempat mengalami kendala pada operasional hari pertama, Senin (1/4/2019).

PT MRT Jakarta menyebut kendala tersebut disebabkan fenomena penumpang yang ingin menjajal rute MRT secara tuntas, sehingga naik dan turun di stasiun yang sama.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin sebelumnya mengaku tengah menyiapkan regulasi bersama Pemprov DKI mengenai pemberian penalti bagi penumpang yang naik dan turun di stasiun yang sama.

"Kita masih diskusikan bersama Pemprov DKI soal penerapan denda sebesar Rp 14.000 untuk stasiun terjauh,” ujar Kamaluddin dikutip dari Warta Kota, Kamis (4/4/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerindra: Riza Patria Sudah Siapkan Surat Pengunduran Diri dari DPR untuk Syarat Cawagub

Gerindra: Riza Patria Sudah Siapkan Surat Pengunduran Diri dari DPR untuk Syarat Cawagub

Megapolitan
Terkontaminasi Zat Radioaktif, Dua Warga Batan Indah Diduga Makan Buah di Titik Radiasi

Terkontaminasi Zat Radioaktif, Dua Warga Batan Indah Diduga Makan Buah di Titik Radiasi

Megapolitan
8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

Megapolitan
Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Megapolitan
300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

Megapolitan
BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

Megapolitan
Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Megapolitan
9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

Megapolitan
Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Megapolitan
Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Megapolitan
Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Megapolitan
Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Megapolitan
Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Megapolitan
Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X