Ingin Naik MRT pada Akhir Pekan, Ini Tips Hindari Kepadatan Penumpang

Kompas.com - 06/04/2019, 07:59 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengoperasian moda raya terpadu alias MRT secara komersial telah dimulai sejak Senin (1/4/2019). Sejauh ini, MRT mulai digunakan secara reguler oleh kalangan pekerja.

Meski begitu, tak sedikit pula yang menggunakannya dalam rangka euforia hadirnya MRT di Jakarta. Apalagi, penumpang masih dapat menikmati diskon tarif perjalanan sebesar 50 persen selama bulan April ini.

Tak heran, Direktur Utama PT. MRT Jakarta William Sabandar menaksir tingginya antusiasme warga Jakarta yang hendak berkeliling kota menggunakan Ratangga pada akhir pekan ini.

“Besok (Sabtu pasti akan lebih ramai lagi. Kita akan bantu teman-teman di lapangan, mudah-mudahan bisa terkendali,” kata William kala ditemui Kompas.com pada Jumat (5/4/2019) malam di Stasiun Bundaran HI.

Baca juga: 3 Persoalan Integrasi Stasiun MRT yang Belum seperti di Luar Negeri

Kompas.com merangkum sejumlah kiat agar kegiatan Anda keliling Ibu Kota menggunakan MRT bisa berjalan nyaman, salah satunya dengan menghindari kepadatan penumpang:

1. Berangkat dari stasiun kedua atau ketiga

Rute yang telah dilayani MRT fase satu ini adalah Lebak Bulus-Bundaran HI. Imbasnya, kedua stasiun “ujung” tersebut hampir setiap hari menjadi simpul kepadatan penumpang dengan antrean loket yang mengular panjang.

Bahkan, beberapa hari silam, Stasiun Bundaran HI sampai ditutup karena kelebihan penumpang di dalamnya.

Baca juga: Blok M Jadi Kawasan Favorit Kulineran Naik MRT

Oleh karena itu, Anda yang berangkat dari arah Sudirman dapat menumpang MRT dari Stasiun Dukuh Atas atau Stasiun Setiabudi yang relatif lebih sepi.

Sebaliknya, Anda yang berdomisili di dekat Lebak Bulus bisa mengawali perjalanan dari stasiun di sekitarnya, seperti Fatmawati atau Cipete Raya.

2. Siapkan kartu elektronik dari bank

Kartu ini ibarat kartu sakti yang bertuah menghindari Anda dari antrean loket yang mengular panjang. Pasalnya, saat ini pembelian tiket masih dilakukan di loket dan vending machine alias mesin tiket otomatis belum berfungsi optimal.

Belum lagi, tidak ada bangku yang disiapkan di area luar gerbang pembayaran untuk menunggu antrean.

Baca juga: Dirut: Jangan Lupa Tap Out Sebelum Naik MRT Lagi

Dengan kartu uang elektronik dari bank, seperti flazz dan e-money, Anda bisa langsung tap in di gerbang pembayaran untuk kemudian masuk ke area tunggu. Pastikan saldonya cukup dan catat baik-baik, satu kartu hanya berlaku untuk satu orang.

3. Cari loket yang lebih sepi

Apabila Anda tidak membawakartu elektronik dan terpaksa mengantre di loket, pastikan Anda mengantre di loket yang lebih sepi. Di Stasiun Bundaran HI, misalnya, loket yang terletak di sisi utara jauh lebih sepi ketimbang loket di sisi selatan.

4. Hindari menunggu kereta di area dekat eskalator atau tangga

Pantauan Kompas.com selama lima hari menyusuri stasiun- stasiun MRT, area di dekat eskalator maupun tangga selalu jadi simpul keramaian penumpang yang menunggu datangnya kereta.

Apabila Anda ingin mendapatkan kenyamanan, bergeserlah menjauh dari tangga atau eskalator. Jangan lupa untuk menunggu kereta di area garis berstiker kuning.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X