Pengemudi Taksi Online Rampok Penumpang

Kompas.com - 08/04/2019, 23:04 WIB
Dua tersangka pencurian dengan modus menjadi pengemudi taksi online, masing-masing berinisial ASA dan GF, diperlihat polisi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/4/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Dua tersangka pencurian dengan modus menjadi pengemudi taksi online, masing-masing berinisial ASA dan GF, diperlihat polisi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - ASA dan GF ditangkap aparat kepolisian pada 2 April 2019 dengan tuduhan merampok seorang penumpang taksi online. Mereka melakukan aksinya dengan modus menjadi pengemudi taksi online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka ASA meminjam akun taksi online milik temannya pada 30 Maret 2019. Saat itu, ASA menerima order untuk mengantarkan penumpang bernama Tauhid dari kawasan Ancol menuju Karawang.

"Setelah 800 meter taksi berjalan, ASA ini bilang ke korban kalau dia lupa membawa STNK karena dibawa tersangka GF. Dia pun meminta izin pada korban untuk mengambil STNK itu di Halte Binaria, Jakarta Utara," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (8/4/2019).

Baca juga: Empat Pelaku Perampokan Bos Toko Emas di Palembang Terekam CCTV

Setelah mendapatkan STNK, ASA meminta izin kepada korban untuk mengajak GF naik ke dalam mobilnya dan ikut mengantar korban ke Karawang.

"Driver (ASA) izin ke penumpang kalau temannya (GF) untuk ikut ke Kerawang karena dia takut pulang (ke Ancol) sendirian. Korban pun percaya dan menyetujuinya," ungkap Argo.

Argo menjelaskan, saat mobil melintas di kawasan Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, GF mencekik korban dari belakang sembari menodongkan pisau dan meminta korban menyerahkan uang.

Korban sempat melakukan perlawanan sehingga tersangka ASA ikut membantu mencekik korban hingga pingsan. Kedua tersangka lalu mengambil barang milik korban berupa satu buah handphone dan tas berisi uang sebesar Rp 6 juta.

"Korban lalu diturunkan di daerah bekasi dalam keadaan tidak berbusana. Korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya," ungkap Argo.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya adalah 9 tahun penjara.



Terkini Lainnya

Polri Sebut Polisi yang Amankan Pemilu Sambil Gendong Anaknya Tunjukkan Dedikasi Tinggi

Polri Sebut Polisi yang Amankan Pemilu Sambil Gendong Anaknya Tunjukkan Dedikasi Tinggi

Nasional
Banjir, Pasokan Air Bersih di Depok Terganggu

Banjir, Pasokan Air Bersih di Depok Terganggu

Megapolitan
Pertemuannya dengan Jokowi Banyak Ditafsirkan, Ini Kata Zulkifli Hasan

Pertemuannya dengan Jokowi Banyak Ditafsirkan, Ini Kata Zulkifli Hasan

Nasional
Kim Jong Un Terlambat 2 Jam Sempat Bikin Petugas Gulung Karpet Merah

Kim Jong Un Terlambat 2 Jam Sempat Bikin Petugas Gulung Karpet Merah

Internasional
Australia Peringatkan Kemungkinan Teror Bakal Berlanjut di Sri Lanka

Australia Peringatkan Kemungkinan Teror Bakal Berlanjut di Sri Lanka

Internasional
Rumah Ambruk di Johar Baru, Diduga 5 Orang Terjebak Reruntuhan

Rumah Ambruk di Johar Baru, Diduga 5 Orang Terjebak Reruntuhan

Megapolitan
Sisi Lain Pemilu: Kisah Brigadir Putra, Polisi yang Amankan Kotak Suara Sambil Gendong Anak

Sisi Lain Pemilu: Kisah Brigadir Putra, Polisi yang Amankan Kotak Suara Sambil Gendong Anak

Nasional
Sandiaga Yakin Pemilu Sudah Jujur dan Adil, Apa Kata PKS?

Sandiaga Yakin Pemilu Sudah Jujur dan Adil, Apa Kata PKS?

Nasional
Imbas Penyempitan Jalan KM 14, Tol Jakarta-Cikampek Padat Merayap

Imbas Penyempitan Jalan KM 14, Tol Jakarta-Cikampek Padat Merayap

Megapolitan
KPU Persilahkan jika Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu

KPU Persilahkan jika Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu

Nasional
Fakta Sejumlah Caleg yang Gagal di Pemilu 2019, Tutup Jalan Desa hingga Kembali Jualan Kopi

Fakta Sejumlah Caleg yang Gagal di Pemilu 2019, Tutup Jalan Desa hingga Kembali Jualan Kopi

Regional
Fakta Temuan Sabu 120 Kg Dalam Kontainer: Pengedar Manfaatkan Momen Pemilu hingga Jaringan Internasional

Fakta Temuan Sabu 120 Kg Dalam Kontainer: Pengedar Manfaatkan Momen Pemilu hingga Jaringan Internasional

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan 4 Mahasiswa di Tol Madiun-Nganjuk

Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan 4 Mahasiswa di Tol Madiun-Nganjuk

Regional
Banjir Rendam Permukiman Warga di Pejaten Timur

Banjir Rendam Permukiman Warga di Pejaten Timur

Megapolitan
PepsiCo Gugat Petani di India Gara-gara Kentang

PepsiCo Gugat Petani di India Gara-gara Kentang

Internasional

Close Ads X