Warga Kampung Akuarium Ingin Segera Punya Hunian Permanen

Kompas.com - 09/04/2019, 15:09 WIB
Suasana di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Selasa (19/2/2019) siang. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Selasa (19/2/2019) siang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara berharap segera memiliki bangunan permanen.

Saat Kompas.com mendatangi lokasi tersebut, Selasa (9/4/2019), belum ada tanda-tanda akan dibangunnya hunian permanen di kawasan tersebut.

"Ya kami berharap segeralah ada bangunan permanen. Kami sudah lelah tidur di hunian sementara," kata warga bernama Teddy (59).

Teddy yang bekerja sebagai nelayan itu mengatakan, jika memiliki hunian permanen, masalah ekonomi warga pelan-pelan bisa teratasi.

"Waktu digusur dulu kami kehilangan banyak, termasuk soal ekonomi itu belum pulih. Saya dulu produksi mebel, seperti lemari begitu, tetapi habis kena penggusuran ya cuma jadi nelayan. Habis barang-barang kami saat itu juga pada hancur," tutur Teddy.

Baca juga: Melihat Semangat Anak-anak Muda di Kampung Apung...

Sementara itu, Dharma Diani selaku Koordinator Wilayah Kampung Akuarium, mengaku kurang nyaman tinggal di shelter atau hunian sementara.

Apalagi, kata dia, shelter yang tersedia tidak mampu menampung semua warga yang terdampak penggusuran.

"Sebab yang kami harapkan sejak awal adalah kembalinya kampung. Sebab shelter ini tidak bisa menampung keseluruhan warga, yang awalnya berjumlah 231 kepala keluarga," ucap dia.

Warga Kampung Akuarium menyaksikan Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Warga Kampung Akuarium menyaksikan Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Ketua RT 012 RW 004 Kampung Akuarium Topas Juanda menyebutkan, saat ini belum diketahui kapan pembangunan hunian permanen warga dilakukan.

Menurut dia, desain hunian tengah dibicarakan para perancang bangunan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia juga mengaku dipanggil pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta pada pekan lalu.

"Ya membahas soal status lahan ini. Soalnya ini lahan masih abu-abu. Katanya masih di proses untuk diasetkan menjadi tanah Pemprov DKI Jakarta," ujar Topas.

Baca juga: Curhat Warga Kampung Apung yang Puluhan Tahun Tinggal di Atas Genangan Air...

Pada April 2016, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggusur kawasan Kampung Akuarium.

Anies Baswedan yang menggantikan Ahok kemudian berjanji membangun ulang kampung ini melalui program community action plan.

Sebelumnya, warga mengusulkan pembangunan hunian dengan menggunakan bahan material kontainer agar dapat membuka peluang sebagai obyek wisata dan menghidupkan perekonomian warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Megapolitan
Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Megapolitan
Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Takut Dilaporkan ke Polisi, Ayah Ingin Nikahi Anak Tiri yang Diperkosanya hingga Hamil

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Mobil yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Tak Ditahan

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Kualitas Udara Jakarta dan Depok Pagi Ini Tidak Sehat, Bekasi Lebih Buruk

Megapolitan
Kisah Pilu Enam Sahabat yang Terpisahkan Maut Saat Berkendara Skuter Listrik

Kisah Pilu Enam Sahabat yang Terpisahkan Maut Saat Berkendara Skuter Listrik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X