Kartunis Jepang Sindir Utang MRT, Polemik dan Tanggapan PT MRT Jakarta

Kompas.com - 09/04/2019, 17:00 WIB
Komikus Onan Hiroshi menyindir pemerintah Indonesia terkait hutang MRT kepada JepangDokumentasi istimewa Komikus Onan Hiroshi menyindir pemerintah Indonesia terkait hutang MRT kepada Jepang

KOMPAS.com – Kartunis Jepang Onan Hiroshi membuat ilustrasi yang menyindir pembangunan moda raya terpadu atau mass rapit transit ( MRT) di Jakarta.

Melalui kartun itu, Onan menyindir Pemerintah Indonesia, juga PT Mass Rapid Transit Jakarta, yang tidak lekas membayar pinjaman yang diberikan.

Onan membuat serangkaian gambar. Dimulai dari rencana pemberian utang Japan International  Cooperation Agency (JICA) ke Indonesia. JICA memberikan sejumlah dana yang dibutuhkan, kemudian Indonesia akan menggunakan uang itu untuk membuat MRT.

Selanjutnya MRT dioperasionalkan dan mendatangkan uang, dan uang tersebut akan digunakan untuk membayar utang.


Namun di gambar selanjutnya, kenyataan tidak berjalan sebagaimana rencana yang dibuat. Pihak MRT Jakarta tidak memberikan persetujuan pembayaran pinjaman bahkan terkesan mengabaikan tagihan yang ada.

Sehingga, Jepang dirugikan karena tidak memperoleh imbalan atas apa yang ia buat untuk Indonesia.

Di gambar terakhir, Onan menggambarkan sosok Presiden Joko Widodo yang mendapatkan banyak apresiasi masyarakat karena MRT diklaim sebagai capaian prestasinya. Padahal, pihak JICA hanya bisa menantikan apa yang semestinya menjadi haknya.

Baca juga: PT MRT Jakarta Sayangkan Sentilan Komikus Jepang Soal Utang MRT

Tanggapan PT MRT Jakarta

Direktur Utama PT MRT Jakarta William SabandarKompas.com / Dani Prabowo Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar
PT Mass Rapid Transit Jakarta menanggapi karya kartun yang menyindir perkara utang yang dilakukan Indonesia untuk membuat MRT kepada Jepang.

Komik yang awalnya hanya muncul di situs onanhiroshi.com ini kemudian tersebar luas di media sosial hingga ramai diperbincangkan.

Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan, masalah pembayaran pinjaman ini sudah disepakati oleh kedua pihak, yaitu pemberi dan peminjam dana.

"Iya jadi menyayangkan ya kalau ada yang membuat kartun seperti itu. Tapi itu kan sebetulnya sudah ada prosesnya dan memang tidak ada keterlambatan (pembayaran),” kata Kamaluddin, Senin (8/4/2019).

Ia menyebut, utang ini akan dilunasi dalam jangka waktu 40 tahun dan pembayaran baru akan dimulai pada tahun ke-11, sesuai dengan kesepakatan.

"Sudah masuk dalam cicilan kan untuk 40 tahun pembayarannya dan sebetulnya sekarang belum masuk dalam pembayaran, masih ada grace periode selama 10 tahun, baru nanti tahun ke-10 akan mulai pembayaran," tuturnya.

Baca juga: Utang MRT Jakarta ke Jepang Akan Lunas dalam 40 Tahun

Kamaluddin pun menegaskan tidak ada keterlambatan pembayaran oleh pemerintah dan PT MRT Jakarta.

Lebih jauh, Kamaluddin tidak mau menanggapi hal ini lebih jauh karena merupakan opini pribadi yang disampaikan melalui situs dan media sosial.

"Dan ini kan baru di socmed, jadi kami tidak memberikan komentar resmi kecuali di media resmi kami menyampaikan hak jawab karena hanya di socmed pribadi. Yang penting semua sudah sesuai proses dan peraturan pinjaman dan kontrak dengan kontraktor," tutur Kamaluddin.

Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.

Biaya membuat MRT

Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan besar pinjaman yang diambil dari JICA untuk menyelesaikan MRT Fase I adalah 123,36 miliar yen atau Rp 14,2 triliun.

Namun karena adanya revisi desain di tengah pengerjaannya, jumlah pinjaman pembangunan MRT sepanjang 16 kilometer ini bertambah menjadi Rp 16 triliun.

“Itu (penambahan biaya) yang dinamakan price adjusment dari variatif order karena kontrak sifatnya design and build. Begitu sambil desain, sambil bangun, di lapangan ada regulasi baru," kata Tuhiyat.

Sementara itu, di Fase II Pemerintah akan kembali mengajukan pinjaman sebesar 217 miliar yen atau Rp 25 triliun. Kendati demikian, biaya yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembangunannya sekitar Rp 22,5 triliun. 

"Kenapa Rp 25 triliun, karena yang Rp 2,5 triliun ini untuk membiayai kekurangan Fase 1," ujar dia.

Dana pinjaman itu kemudian dibagi dua bebannya, yaitu untuk pemerintah pusat sebesar 51 persen dan Pemprov DKI sebesar 49 persen.  Bunga yang harus dibayar pemerintah ke JICA pun relatif kecil, yakni hanya 0,01 persen.

Baca juga: Menjawab Sindiran Komikus Jepang soal Utang MRT Jakarta

Tentang Onan Hiroshi

Mengutip wawancara yang dilakukan kontributor Tribunnews di Jepang, Richard Susilo, dengan Onan setahun lalu, diketahui kartunis berusia sekitar 30 tahun itu menggunakan nama samaran.

Ia menyebut dirinya sebagai orang asli Jepang, namun banyak tinggal di Hong Kong. Onan mengaku dirinya memang suka menggambar.

Dari berbagai sumber di Jepang diketahui Onan bukanlah seorang komikus ataupun pembuat manga. Ia hanya diketahui sebagai ilustrator biasa dan ada yang menyebutnya sebagai rasis yang berasal dari Okinawa.

Sumber: Kompas.com (Ryana Aryadita Umasugi)

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Pikir-pikir untuk Banding

Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Pikir-pikir untuk Banding

Megapolitan
Jalan Ambles di Tegal Alur Sudah Satu Bulan Tak Diperbaiki

Jalan Ambles di Tegal Alur Sudah Satu Bulan Tak Diperbaiki

Megapolitan
Taman Betawi di Kolong Tol Meruya Utara Dikerjakan secara Swadaya

Taman Betawi di Kolong Tol Meruya Utara Dikerjakan secara Swadaya

Megapolitan
Artis Jefri Nichol Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Artis Jefri Nichol Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Pengelola Toko yang Sediakan Plastik Sekali Pakai Akan Didenda Rp 25 Juta

Pengelola Toko yang Sediakan Plastik Sekali Pakai Akan Didenda Rp 25 Juta

Megapolitan
Close Ads X