Ratna Sarumpaet Heran Dahnil Anzar Dijadikan Saksi: Apa Hubungannya dengan Keonaran?

Kompas.com - 11/04/2019, 09:16 WIB
Ratna Sarumpaet Hadi di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019) KOMPAS.com - Walda Ratna Sarumpaet Hadi di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet mengaku heran kenapa Dahnil Anzar Simanjuntak dihadirkan sebagai saksi dalam sidang hari ini. 

Menurut mantan anggota pemenangan Prabowo-Sandiaga ini,  kehadiran Dahnil tidak sesuai dengan perkara yang dituduhkan kepadanya.

"Enggak nyambung menurut saya karena yang harusnya dikejar itu keonaran. Apa hubungannya dengan keonaran? Pasal yang dituduhkan ke saya, kan keonaran," kata Ratna saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Dengan dihadirkan Dahnil Anzar dalam persidangan, dia meyakini kasus yang menjeratnya syarat muatan politik.


Baca juga: Giliran Dahnil Anzar Bersaksi di Sidang Kebohongan Ratna Sarumpaet

Namun, Ratna meyakini keterangan Dahnil dimuka sidang nanti akan menguatkan posisinya sebagai terdakwa.

"Insya Allah sih menguatkan. Dia orang baik, kok," katanya.

Berdasarkan pernyataan Kordinator Jaksa Penuntut Umum, Daroe Tri Sardono, saksi yang akan dibawanya hari ini adalah Dahnil Anzhar, Deden, Chairulah, dan Harjono.

Chairulah dan Harjono merupakan saksi dari pihak pendemo yang seharusnya datang pada persidangan sebelumnya.

Baca juga: 4 Kesaksian Said Iqbal: Ratna Sarumpaet Menangis hingga Ingin Bertemu Prabowo

Adapun Dahnil Anzar merupakan Juru bicara Badan (BPN) Pemenangan Prabowo Sandi.

Nama Dahnil dalam beberapa persidangan sebelumnya sempat disebutkan lantaran ikut dalam pertemuan di lapang Polo, Bogor (2/10/2018). Dalam pertemuan itu turut hadir Prabowo Subianto, Nanik S Deyang, Said Iqbal, dan Amien Rais.

Dipertemukan itulah Ratna menceritakan kebohonganya yang menjadi korban penganiayaan.

Sedangkan Deden merupakan saksi yang sebelumnya disebutkan dalam persidangan kemarin. Deden mempunyai peran mempertemukan Ratna denga Ruben, mantan pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua.

Baca juga: Kata Said Iqbal, Prabowo Siap Bertemu Kapolri jika Penganiayaan Ratna Tak Ditanggapi Polisi

 

Ruben ingin bertemu Ratna karena ingin minta tolong bantuan pencarian dana pembangunan Papua yang diduga diklaim oleh pemerintah.

Dalam kasus ini, Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Balai Kota Tuntut Pengecualian Ganjil Genap

Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Balai Kota Tuntut Pengecualian Ganjil Genap

Megapolitan
Dituduh Ganggu Ketertiban Umum, Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi

Dituduh Ganggu Ketertiban Umum, Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Ini Kondisi Bantaran Kali Ciliwung Pasca Pembongkaran Tanah Reklamasi...

Ini Kondisi Bantaran Kali Ciliwung Pasca Pembongkaran Tanah Reklamasi...

Megapolitan
Jika digusur, Warga Bantaran Kali Ciliwung Pilih Ganti Rugi daripada Pindah ke Rusun

Jika digusur, Warga Bantaran Kali Ciliwung Pilih Ganti Rugi daripada Pindah ke Rusun

Megapolitan
Terkena Revitalisasi, Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki Ditutup

Terkena Revitalisasi, Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki Ditutup

Megapolitan
Anak Muda hingga Nenek-nenek Korban Penggusuran di Bekasi Demo di Kantor BPN

Anak Muda hingga Nenek-nenek Korban Penggusuran di Bekasi Demo di Kantor BPN

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Tersangka Pengedar Sabu dalam Kemasan Abon

Polisi Tangkap Dua Tersangka Pengedar Sabu dalam Kemasan Abon

Megapolitan
9 Rumah Tinggal di Jatinegara Terbakar, Penyebabnya Belum diketahui

9 Rumah Tinggal di Jatinegara Terbakar, Penyebabnya Belum diketahui

Megapolitan
Pemprov DKI Datangkan 60 Ahli Asal Jerman untuk Didik Siswa SMK

Pemprov DKI Datangkan 60 Ahli Asal Jerman untuk Didik Siswa SMK

Megapolitan
Sempat Tercemar Cacing, Air di Tangerang Disebut Sudah Bersih Kembali

Sempat Tercemar Cacing, Air di Tangerang Disebut Sudah Bersih Kembali

Megapolitan
Dikabarkan Bakal Jadi Calon Walikota, Sekda Tangsel Muhamad Akui Belum Ada Persiapan

Dikabarkan Bakal Jadi Calon Walikota, Sekda Tangsel Muhamad Akui Belum Ada Persiapan

Megapolitan
Anggaran Triliunan Formula E, Taufik: Yang Berharga Itu Kepercayaan Dunia Internasional

Anggaran Triliunan Formula E, Taufik: Yang Berharga Itu Kepercayaan Dunia Internasional

Megapolitan
Lewat Surat Edaran, Disdik Imbau Sekolah di Jakarta Tanam Lidah Mertua

Lewat Surat Edaran, Disdik Imbau Sekolah di Jakarta Tanam Lidah Mertua

Megapolitan
Material Urukan di Kali Ciliwung Sudah Berkurang, Aliran Air Lebih Lancar

Material Urukan di Kali Ciliwung Sudah Berkurang, Aliran Air Lebih Lancar

Megapolitan
Polda Metro Jaya Musnahkan 71,8 Kilogram Sabu dan 15.326 Butir Ekstasi

Polda Metro Jaya Musnahkan 71,8 Kilogram Sabu dan 15.326 Butir Ekstasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X