Pro-Kontra Pembatasan Mobil di Kemang, Tanggapan Anies...

Kompas.com - 11/04/2019, 12:01 WIB
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/4/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi komentar seputar wacana mobil non- Kemang dilarang memasuki area Kemang, Jakarta Selatan, pascapenataan nanti.

Sejumlah warga menilai, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan eksklusivitas bagi warga Kemang.

"Gini, bukan, intinya jangan fokus pada soal larangan. Yang justru harus dibangun adalah, kita membuat suatu ekosistem yang secara perekonomian sehat, dampak lingkungan hidup dan lalu lintasnya minim," tutur Anies kepada awak media di JS Luwansa Hotel, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Setelah Sudirman, Selanjutnya Giliran Kemang...

Ia beralasan, penataan yang akan dilakukan di kawasan Kemang tidak banyak berbeda dengan penataan serupa di terowongan Kendal dekat Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan.

"Sama seperti kita buat kebijakan soal Jalan Kendal dibuat jadi tempat pejalan kaki. Dan ketika itu dilakukan, fokusnya kan juga bukan larangan mobil lewat Jalan Kendal," katanya.

Saat ini, terowongan Kendal memang sudah tak bisa dilintasi oleh kendaraan, beralih menjadi jalur khusus pejalan kaki yang terhubung dengan Stasiun KA Sudirman, Stasiun KA Bandara BNI City, dan Stasiun MRT Dukuh Atas.

Baca juga: Vox Pop Pembatasan Mobil di Kemang: Ini Kan Jalan Umum, Bukan Kompleks

Anies menyebut, pola integrasi dan pergerakan pejalan kaki semacam itulah yang juga akan diterapkan di kawasan Kemang.

"Kita ingin nantinya kegiatan perdagangan, restoran, kafe dan lain-lain bisa bergerak dengan baik karena mobilitas penduduk cukup tinggi," kata Anies.

"Kalau saat ini, ini salah satu contoh, semua datang ke satu titik, langsung parkir ya di situ enggak bisa ke tempat lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies menyatakan jika Pemprov DKI bakal menata kawasan Kemang, menyusul kawasan Sudirman-Thamrin yang telah lebih dulu ditata.

"Jadi Kemang nanti lebar jalannya itu dengan lebar untuk pejalan kaki relatif besar pejalan kakinya," ujar dia pada 1 April 2019.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho pun mengatakan, setelah penataan, kawasan Kemang nantinya hanya bisa dimasuki oleh shuttle bus dan kendaraan warga yang berstiker.

"Nanti akan dibuat stiker atau kode. Kalau enggak ada, enggak boleh," kata Hari ditemui di DPRD DKI Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X