Apotek K24 Diserbu Pengemudi Go-Jek karena Order Fiktif, Begini Ceritanya

Kompas.com - 11/04/2019, 13:06 WIB
Apoktek K24 di Pesanggrahan, Meruya Utara, Jakarta Barat, pada Kamis (11/4/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIApoktek K24 di Pesanggrahan, Meruya Utara, Jakarta Barat, pada Kamis (11/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Senin (8/4/2019) lalu, Apotek K24 di Pesanggrahan, Meruya Utara, Jakarta Barat dipadati pengemudi gojek.

Kepadatan itu terjadi lantaran sejumlah driver tersebut menerima orderan fiktif dari seseorang yang tak diketahui identitasnya.

Marhani (49), seorang tukang parkir di lokasi tersebut mengatakan, keramaian itu berlangsung sejak ia datang mengatur parkir pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

"Enggak kehitung lah (driver) di atas, di bawah berderet sampai ke jalan," ujar Marhani saat ditemui Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Polisi Mediasi Dugaan Order Fiktif Puluhan Kali di Pangkal Pinang

Nisa (30) salah seorang pegawai apotek K24 itu mengatakan sejatinya orderan fiktif tersebut sudah terjadi dari lama.

"Tadinya cuma satu, dua order, tapi kemarin, makin kemari makin ramai bisa sampai ratusan order," kata dia.

Ia menjelaskan, biasanya orderan yang diterima para driver berupa obat yang harganya berkisar Rp 1.000-Rp 5.000. Namun, ongkos kirimnya bisa sampai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

"Biasanya tuh setelah beli mereka nganter terus sampai alamat enggak ada siapa-siapa, dibalikin lagi obatnya," kata Nisa.

Baca juga: 5 Fakta Remaja Order Fiktif 185 Kali, Pengemudi Ojek Online Tuntut Bayar Pesanan hingga Dilakukan Selama Tiga Pekan

Karena membludaknya jumlah orderan fiktif yang masuk, pihak apotik kemudian mengambil inisiatif untuk tidak menerima orderan melalui aplikasi Go-Jek.

Mereka menghubungi pihak Halodoc yang terafiliasi dengan Gojek untuk menonaktifkan layanan agar tak ada order yang masuk ke apotek mereka.

"Kan kalau yang datang sampai ratusan begitu mengganggu operasional kita juga, selain itu kasian juga para drivernya," kata dia.

Sementara Iswan (42), pedagang yang berjualan 24 jam di dekat lokasi apotek juga mengatakan, banyaknya pengemudi gojek yang datang ke apotek itu sudah sejak empat hari lalu.

"Siang malam itu ramai kemarin, dari jam 00.00 WIB sampai jam 11.00 WIB lah," ujar Iswan.

Ia mengatakan, biasanya para pengemudi Go-Jek mengeluh karena mengetahui bahwa order tersebut merupakan order fiktif.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

K-24 Pesanggrahan diserang order fiktif Gosend. . . . #gojek #gojek24jam #ojol #dramaojol #gosend

A post shared by GOJEK 24 Jam (@gojek24jam) on Apr 7, 2019 at 11:26pm PDT

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 10.000 Warga Jakarta Terdampak Banjir, 2.393 Harus Mengungsi

Lebih dari 10.000 Warga Jakarta Terdampak Banjir, 2.393 Harus Mengungsi

Megapolitan
Senin Pagi, Tiga Rute Transjakarta Belum Beroperasi Gara-gara Banjir

Senin Pagi, Tiga Rute Transjakarta Belum Beroperasi Gara-gara Banjir

Megapolitan
Senin Pagi, Banjir di Sejumlah Titik di Bekasi Mulai Surut

Senin Pagi, Banjir di Sejumlah Titik di Bekasi Mulai Surut

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Marah Lihat Trotoar yang Direvitalisasi Dibongkar karena Tak Ada Bak Kontrol

Ketua DPRD DKI Marah Lihat Trotoar yang Direvitalisasi Dibongkar karena Tak Ada Bak Kontrol

Megapolitan
BPBD DKI: 35 RW di Jakarta Masih Terendam Banjir

BPBD DKI: 35 RW di Jakarta Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kritik Anies, Ketua DPRD DKI Nilai SOP Penanganan Banjir Tidak Jelas

Kritik Anies, Ketua DPRD DKI Nilai SOP Penanganan Banjir Tidak Jelas

Megapolitan
Di Kota Tangerang, Ada 88 Kasus Cikungunya

Di Kota Tangerang, Ada 88 Kasus Cikungunya

Megapolitan
Anjungan Dukcapil Mandiri di Teras Kota Diresmikan, Warga Tangsel Bisa Cetak E-KTP Sendiri

Anjungan Dukcapil Mandiri di Teras Kota Diresmikan, Warga Tangsel Bisa Cetak E-KTP Sendiri

Megapolitan
Hari Ini, Nikita Mirzani Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Jaksa

Hari Ini, Nikita Mirzani Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Jaksa

Megapolitan
Berjaga di Pos Keamanan Saat Banjir, Seorang Pria Tewas Tersetrum

Berjaga di Pos Keamanan Saat Banjir, Seorang Pria Tewas Tersetrum

Megapolitan
PSI DKI: Anies 2,5 Tahun Jadi Gubernur, Program Antisipasi Banjir Jalan di Tempat

PSI DKI: Anies 2,5 Tahun Jadi Gubernur, Program Antisipasi Banjir Jalan di Tempat

Megapolitan
15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

Megapolitan
Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Megapolitan
BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

Berita Foto
Minta Anies Tak 'Tenggelamkan' Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Minta Anies Tak "Tenggelamkan" Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X