Jaksa Ingin Panggil Paksa Rocky Gerung, Hakim Putuskan Beri Satu Kesempatan Lagi

Kompas.com - 11/04/2019, 16:58 WIB
Ratna Sarumpaet Hadi di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019) KOMPAS.com - WaldaRatna Sarumpaet Hadi di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019)

JAKARTA,KOMPAS.com - Koordinator jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpet, yaitu Daroe Tri Sadono, mengatakan pihaknya telah memanggil Rocky Gerung dua kali untuk hadir sebagai saksi di persidangan. Namun Rocky setiap kali mangkir.

Tim jaksa pun berniat akan memanggul paksa Rocky pada panggilan ketiga. Namun majelis hakim yang mengadili perkara itu memutuskan untuk memberi kesempatan satu kali bagi Rocky dipanggil tanpa paksaan.

"Makanya kami tadi mintakan kepada majelis hakim untuk membuat penetapan pemanggilan paksa dan ternyata majelis hakim memberikan kesempatan untuk kami panggil sekali lagi," kata Daroe usai sidang kasus itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2019).

Baca juga: Alasan Ratna Sarumpaet Kirim Pesan dan Foto Lebam ke Rocky Gerung

Rocky dijadwalkan untuk hadir sebagai saksi pada persidangan lanjutan kasus itu tanggal 23 April ini.

Seorang saksi lain, yaitu penyanyi yang juga dokter bedah wajah, Tompi, direncanakan untuk hadir pada saat itu. Kehadiran Tompi dianggap perlu lantaran dapat memperkuat bukti bahwa wajah Ratna yang bengkak bukan karena dianiaya tetapi karena operasi sedot lemak wajah.

"Dokter Tompi kan beliau yang menjelaskan bahwa ternyata apa yang disampaikan terdakwa bukan karena penganiayaan tapi karena oplas face lift itu, justru itu yang ingin kami pastikan," jelasnya.

Pada sidang kasus itu hari ini, JPU menghadirkan tiga saksi diantaranya Dahnil Anzar Simanjuntak selalu Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno serta Chairullah dan Harjono selaku pendemo.

Ratna Sarumpet didakwa telah menyebarkan berita bohong atau hoaks pada sekitar Oktober tahun lalu terkait wajahnya yang lebam dan bengkak. Ratna menceritakan ke sejumlah orang, termasuk para politisi, bahwa dirinya telah dianiya orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Penganiayaan itulah yang membuat wajahnya lebam dan bengkak.

Namun belakangan terkuak, Ratna baru saja selelesai operasi wajah. Wajahnya bengkak karena dampak operasi itu, bukan karena penganiayaan.

Ratna kini dijerat jaksa dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Megapolitan
Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Megapolitan
Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Megapolitan
Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Megapolitan
Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Megapolitan
Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Megapolitan
Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Megapolitan
Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Megapolitan
Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Megapolitan
Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Megapolitan
Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Megapolitan
Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X