Tahun 2020, DKI Lanjutkan Normalisasi Ciliwung

Kompas.com - 11/04/2019, 19:59 WIB
Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS)
26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS)
26-6-2018 KOMPAS/AGUS SUSANTOFoto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan program normalisasi sungai bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi soal lahan yang dibebaskan DKI.

"Ini hanya WhatsApp, suratnya belum. Kalau di sini totalnya sekitar 13 hektar," kata Bambang di Kantor Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Lahan yang dibebaskan seluas 13 hektar terdiri dari 23 bidang lahan di kelurahan Gedong dengan luas 1,6 hektar, di Balekambang 45 bidang dengan luas 3,7 hektar, dan di Cililitan 14 bidang dengan luas 4.727 meter persegi.

Baca juga: Sudah 2 Tahun Program Normalisasi Sungai di Jakarta Berhenti

Selanjutnya di Cawang ada 15 bidang yang dibebaskan dengan luas 4.813 meter persegi dan di Kampung Melayu sebanyak 10 bidang dengan luas 1.399 meter persegi.

Di Jakarta Selatan, ada juga 11 bidang dengan luas 3.851 meter persegi di Tanjung Barat yang dibebaskan, 152 bidang dengan luas 7,1 hektar di Pejaten Timur, dan 1 bidang dengan luas 75 meter persegi di Bukit Duri.

Bambang mengatakan, pihaknya belum memastikan apakah lahan tersebut baru dibebaskan tahun ini atau akumulatif sejak normaliasasi terhenti di 2017. Ia mengatakan harus memverifikasinya dulu ke lapangan.

"Di lapangan itu titiknya di mana nanti kami plot, pasang patok-patok. Nah nanti terhadap sungai itu sendiri berapa panjangnya," kata dia.

Jika memungkinkan untuk dikerjakan, BBWSCC akan mengurus desain serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Kedua syarat itu dibutuhkan agar BBWSCC bisa mengajukan anggaran normalisasi untuk tahun depan.

"Untuk 2020. Jadi mungkin sampai Juni ini masih ada kesempatan apakah ada penambahan lagi," ujar Bambang.

Soal kemungkinan menggarap normalisasi dengan konsep naturalisasi, Bambang mengatakan pihaknya hanya cukup menunggu lahannya tersedia. Ia memastikan baik normalisasi atau pun naturalisasi butuh pembebasan lahan.

Baca juga: Sejumlah Wilayah Rawan Banjir karena Normalisasi Sungai Belum Rampung

"Itu rumah-rumah kan ada di bantaran sungai. Nah kan pemerintah juga memperhatikan orangnya. Jadi direlokasi ke rusun. Tapi kan ada juga ganti rugi bagi yang memiliki surat," kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirim surat ke BBWSCC. Dalam surat itu, Anies meminta dukungan terkait program naturalisasi yang diinginkan DKI.

Menurut Yusmada, dalam surat yang sama, Anies juga menjelaskan bahwa ia tetap mendukung program normalisasi yang dikerjakan BBWSCC. Pemprov DKI berkomitmen membebaskan lahan agar bisa digarap BBWSCC.

"Penyediaan anggaran pembebasan lahan tahun 2018 ada Rp 488 miliar itu sebagian dari eksekusi, tahun ini pun diteruskan pembebasan lahan," ujar Yusmada.

Program normalisasi Sungai Ciliwung dengan melebarkan sungai dan memasang tanggul beton dikerjakan BBWSCC. Pemprov DKI bertugas menyediakan lahannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Penerapan PSBB di Jakarta, Jumlah Kasus Harian Covid-19 Masih di Atas 1.000

Sepekan Penerapan PSBB di Jakarta, Jumlah Kasus Harian Covid-19 Masih di Atas 1.000

Megapolitan
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta Telah Dilaporkan ke Polisi

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta Telah Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

Megapolitan
TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

Megapolitan
Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

Megapolitan
49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

Megapolitan
Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

Megapolitan
[UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

[UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

Megapolitan
Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

[POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

Megapolitan
Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

Megapolitan
[Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

[Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

Megapolitan
22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

Megapolitan
Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X