Edarkan Sabu-sabu, Pengemudi Ojek Online Ditangkap

Kompas.com - 12/04/2019, 07:15 WIB
Ilustrasi sabu ShutterstockIlustrasi sabu
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Dua pengedar sabu dan ganja diringkus Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat pada 7 dan 9 April 2018. Salah satu dari dua pemuda ini adalah pengemudi ojek online. Dua tersangka yang berperan sebagai kurir ini ditangkap di dua lokasi berbeda.

Penangkapan pertama menyasar kepada tersangka yang bernama Adhe Ferdana (27). Adhe sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari masyarakat tentang peredaran narkoba. Berdasarkan laporan tersebut kita melakukan penangkapan terhadap tersangka pertama di Gang Sosial, di kawasan Pejaten," ujar Kepada Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Dari tangkapan tersangka pertama, polisi mendapati 68 gram Sabu dan ganja 43 gram. Dia ditangkap pada Minggu, (7/4/2019).

Dari pemeriksaan tersangka pertama, polisi mendapat adanya pengedar lain. Alhasil polisi pun mencari sosok Mochamad Tauhid (38) yang dikabarkan berada di kawasan Jakarta Pusat.

Polisi kemudian menangkap Tauhid di dalam rumah kosnya yang berada di Gang UU, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (11/4/2019) pukul 00.30 tadi pagi.

Dari rumah kos tersebut, polisi mendapati sabu seberat 1,2 kilogram yang terbungkus kotak kemasan susu dan kotak handphone.

"Itu dikemas di kotak Handphone dan kotak kemasan susu dan disimpan di laci kostnya," terangnya.

Barang tersebut lanjut Vivick sudah siap jual. Menurutnya pengakuan tersangka kepada pihak polisi, mereka baru satu minggu bekerja sebagai pengedar.

"Ya tapi kita enggak percaya gitu saja. Ngakunya sih baru seminggu," terangnya.

Kedua tersangka mengedarkan sabu sesuai perintah bosnya. Bos akan menginstruksikan kedua tersangka untuk menaruh barang tersebut ke sebuah tempat.

Nantinya pembeli akan mengambil barang tersebut. Kedua kurir pun tidak tahu berapa harga tiap barang yang diantar.

"Mereka nggak tahu hargnya. Hanya bosnya yang tahu. Ini masih kita cari bosnya, status DPO," terangnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 111 ayat 1 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling berat kurungan seumur hidup.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Megapolitan
Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga 'RIP Pendidikan' ke Balai Kota

Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga "RIP Pendidikan" ke Balai Kota

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Megapolitan
Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Megapolitan
Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Megapolitan
Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Megapolitan
30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Megapolitan
Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Megapolitan
Sopir Taksi Online Ditemukan Tergeletak di Jalanan dengan Luka di Leher

Sopir Taksi Online Ditemukan Tergeletak di Jalanan dengan Luka di Leher

Megapolitan
Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Megapolitan
Razia Rumah Kos dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Razia Rumah Kos dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X