Jangan Berbohong soal Kecepatan Kendaraan Saat Kecelakaan, Polisi Punya Alat Canggih!

Kompas.com - 12/04/2019, 17:00 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan 3D Laser Scanner, sebuah alat yang digunakan untuk mempermudah pencarian fakta penyebab kecelakaan lalu lintas, Jumat (12/4/2019). Alat tersebut dapat membuat animasi berjalannya peristiwa kecelakaan sebelum, saat dan sesudah kejadian. Kompas.com / Tatang GuritnoKepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan 3D Laser Scanner, sebuah alat yang digunakan untuk mempermudah pencarian fakta penyebab kecelakaan lalu lintas, Jumat (12/4/2019). Alat tersebut dapat membuat animasi berjalannya peristiwa kecelakaan sebelum, saat dan sesudah kejadian.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara yang mengalami kecelakaan diingatkan agar tidak berbohong terkait kecepatan kendaraan dan penyebab kecelakaan. Polisi kini memiliki perangkat canggih yang bisa mengungkap detil kecelakaan.

Alat tersebut adalah 3D Laser Scanner. Alat yang didatangkan dari Swiss ini untuk mempermudah, mempercepat, sekaligus mendetilkan rekonstruksi sebuah kecelakaan lalu lintas.

"Kalau dulu olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas dilakukan manual oleh petugas, sekarang dengan adanya alat canggih ini petugas tinggal memasukkan data, dan alat ini mengolahnya sendiri." 

Demikian dikatakan Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korps Lalu Lintas Polri Brigjen (Pol) Pujiono Dulrahman, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019).

Baca juga: Mengungkap Penyebab Kecelakaan Emak-emak Naik Motor dan Meninggal Tersangkut Sling Baja di Margonda

Pujiono mengatakan, dengan data yang di-input petugas kepolisian, alat ini dapat menganimasikan sebuah kecelakaan sebelum, saat, dan sesudah kejadian.

Polisi juga tak perlu repot untuk menganalisa kecepatan dan kondisi kendaraan sebelum kecelakaan terjadi secara manual.

Alat tersebut otomatis menganimasikan kondisi lingkungan tempat kejadian perkara secara detil. Berbekal foto kondisi kendaraan di tempat kecelakaan, alat ini dapat memberikan gambaran real terjadinya kecelakaan itu dari awal hingga akhir.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol BSD akibat Pengemudi Kurang Konsentrasi

"Dengan data yang terekam di lapangan, terutama soal kondisi dan lokasi kendaraan yang alami kecelakaan, alat ini sudah langsung memberikan data akurat berapa kecepatan kendaraan tersebut," ujar Pujiono.

Pengamatan Kompas.com di lokasi, alat tersebut berbentuk kubus, dilengkapi dengan 5 kamera untuk dapat merekam gambar dari berbagai sudut 360 derajat.

Pujiono menyebutkan, manfaat alat tersebut salah satunya adalah menyajikan data akurat dan jelas kepada Majelis Hakim, untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam proses pengadilan.

"Jadi kalau dulu ada perkara lalu lintas polisi memberikan kronologinya pakai gambar di kertas, sekarang tidak. Dengan alat ini kronologi digambarkan dalam tayangan video 3D secara jelas," katanya.

Baca juga: 55 Persen Korban Kecelakaan lalu Lintas di Karawang adalah Kaum Milenial

Saat ini, Polri sudah memiliki 39 unit 3D Laser Scanner yang tersebar di beberapa Mapolda di Indonesia.

"Tahun lalu kita sebenarnya sudah punya, namun hanya diberikan ke Polda yang menurut kami tingkat kecelakaannya tinggi. Kalau sekarang sudah ada 39, jadi sudah merata hampir setiap Polda ada," ucapnya.

Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas Bisa Bikin Jatuh Miskin



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Megapolitan
Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Megapolitan
UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Megapolitan
Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Megapolitan
1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Megapolitan
Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X