Peserta Pemilu Bisa Ambil Alat Peraga Kampanye yang Ditertibkan Satpol PP

Kompas.com - 14/04/2019, 13:34 WIB
Petugas mencopot alat peraga kampanye di kawasan Mampang, Jakarta, Minggu (13/4/2019).Sandro Gatra/Kompas.com Petugas mencopot alat peraga kampanye di kawasan Mampang, Jakarta, Minggu (13/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polsi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin mengimbau kepada peserta pemilu pemilik alat peraga kampanye ( APK) di Jakarta untuk mengambil APK yang ditertibkan Satpol PP.

"Kami berikan waktu apabila mau diambil lagi silakan saja," kata Arifin ketika dihubungi, Minggu (14/4/2019).

Arifin mengatakan APK berupa bendera, spanduk, hingga layar baliho disimpan di gudang Satpol PP. APK tersebut dibawa sebab masih dibiarkan terpasang meski masa kampanye usai.

"Yang berkewajiban menurunkan APK adalah para peserta. Tapi kan kita tahu biasanya ditinggal. Sudah kampanye ya sudah," kata dia.

Baca juga: Bawaslu Turunkan Ratusan Ribu APK yang Langgar Lokasi dan Materi

Sejak Minggu dini hari hingga pukul 04.00 tadi, Satpol PP menurunkan APK bersama Bawaslu dan perwakilan partai politik. Penurunan APK difokuskan di ruas-ruas jalan utama.

Pihaknya sempat kesulitan menurunkan APK yang dipasang di titik tinggi dan yang berupa stiker atau tempelan.

"Kesulitannya yang pertama ada terlalu tinggi, membutuhkan alat. Dinas Perindustrian dan Energi yang punya kendaraan untuk menurunkan. Yang di tempel-tempel kertas juga untuk melepaskan kan susah," kata dia.

Baca juga: Satpol PP DKI Sebut Warga Bisa Turunkan APK yang Masih Terpasang

Memasuki masa tenang, Minggu (14/4/2019), sudah tidak diperbolehkan lagi pemasangan APK. Penertiban APK, bakal dilakukan hingga pelaksanaan pemilu pada Rabu (17/4/2019) nanti.

Warga diajak turut serta membersihkan lingkungannya dari APK, terutama di radius 100 meter dari TPS.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melihat Ritual Unggahan Masyarakat Adat Bonokeling, Jalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Ziarah ke Makam Leluhur

Melihat Ritual Unggahan Masyarakat Adat Bonokeling, Jalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Ziarah ke Makam Leluhur

Regional
Mengintip Hasil Perhitungan Suara Pileg 2019 di Singapura

Mengintip Hasil Perhitungan Suara Pileg 2019 di Singapura

Internasional
5 Fakta Pengantar Galon Air Jadi Anggota DPRD, Uang Bukan Faktor Utama hingga Kalahkan Ketua DPC Demokrat

5 Fakta Pengantar Galon Air Jadi Anggota DPRD, Uang Bukan Faktor Utama hingga Kalahkan Ketua DPC Demokrat

Regional
Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Kawasan Cililitan

Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Kawasan Cililitan

Megapolitan
3 Tahun Pemilu Terus, Ketua Komisi II Soroti Polarisasi di Masyarakat

3 Tahun Pemilu Terus, Ketua Komisi II Soroti Polarisasi di Masyarakat

Nasional
AS Buru Pria yang Tuangkan Bensin di Gedung Komunitas Muslim

AS Buru Pria yang Tuangkan Bensin di Gedung Komunitas Muslim

Internasional
Tunggak Gaji Mantan Pemain Rp 2,9 Miliar, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf

Tunggak Gaji Mantan Pemain Rp 2,9 Miliar, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf

Regional
Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Nasional
6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

Nasional
Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Regional
PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

Regional
Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Regional
Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Internasional
Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan

Close Ads X