Prabowo Tak Diminta Ahmad Dhani Jadi Penjamin

Kompas.com - 15/04/2019, 17:48 WIB
Ahmad Dhani diabadikan setelah mengadakan jumpa pers di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016), terkait tweet-nya mengenai ISIS. KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKOAhmad Dhani diabadikan setelah mengadakan jumpa pers di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016), terkait tweet-nya mengenai ISIS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan, kliennya tidak meminta Prabowo Subianto menjadi penjamin dalam pengajuan penangguhan penahanan. Dia mengaku Prabowo-lah yang mengajukan diri.

"Ini bukan Pak Ahmad Dhani yang minta Pak Prabowo, tetapi Pak Prabowo sendiri yang berinisiatif mengajukan penangguhan penahanan Ahmad Dhani," kata Hendarsam saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Prabowo juga telah menandatangani surat pengajuan tersebut. Kemudian, surat itu diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, (15/4/2019).

Menurut Hendarsam, Prabowo menilai Ahmad Dhani sebagai pahlawan masyarakat yang dikriminalisasi. Atas pertimbangan itulah Prabowo mau menjaminkan dirinya demi kebebasan Ahmad Dhani.

Baca juga: Prabowo Tanda Tangani Surat Pengajuan Penangguhan Penahanan Ahmad Dhani

Tidak hanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kuasa hukum Ahmad Dhani juga berniat untuk mengajukan hal yang sama ke Mahkamah Agung. Hal ini guna mempercepat proses pembebasan.

"Kami juga akan menyurati Mahkamah Agung berikut dengan lampiran tanda terimanya bahwa kami sudah mengajukan permohonan, Pak prabowo sudah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan," ucapnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Konyol Memenjarakan Ahmad Dhani Yang Tidak Bersalah

Ahmad Dhani dianggap melanggar pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 tentang Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. PN Jakarta Selatan menghukum Ahmad Dhani 18 bulan penjara.

Kasus itu terkait dengan cuitan penggawa band Dewa 19 itu di Twitter yang menyinggung suku dan ras tertentu. Atas perbuatannya, Ahmad Dhani sempat di vonis hakim PN Jakarta Selatan selama 1,5 tahun kurungan. Namun Dhani memutuskan banding.

Baca juga: Alasan Ahmad Dhani Memberontak Usai Sidang di Surabaya

Dhani mengajukan dan diterima Pengadilan Tinggi DKI dan hukum Ahmad pun dikurangi menjadi 1 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Megapolitan
Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Megapolitan
Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

Megapolitan
Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

Megapolitan
Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Megapolitan
Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Megapolitan
Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Megapolitan
Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Megapolitan
Ranjau Paku di Jakarta: Titik Rawan, Jenis Ranjau hingga Tips Berkendara

Ranjau Paku di Jakarta: Titik Rawan, Jenis Ranjau hingga Tips Berkendara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X