Kompas.com - 15/04/2019, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebanyak 703 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau penyandang disabilitas mental binaan Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2, Jakarta Timur, akan berpartisipasi dalam pemungutan suara Pemilu 2018, Rabu (17/4/2019).

Kepala Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 Tuti Sulistyaningsih menyatakan, seluruh warga binaannya mendapat hak suara dalam pemungutan suar selama mempunyai Nomor Identitas Kependudukan.

"Sekarang semua yang punya NIK boleh. Enggak ada rekomendasi psikiater sekarang, sepanjang dia punya NIK, bisa memilih," kata Tuti kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Penyandang Disabilitas Mental Tak Perlu Surat Dokter untuk Gunakan Hak Pilihnya

Demi melancarkan pemungutan suara Rabu besok, KPU telah menggelar sosialisasi sebanyak tiga kali kepada para warga binaan. Sosialisasi itu mencakup tata cara pemilihan dan pengenalan kandidat.

Menurut Tuti, sosialisasi perlu dilakukan berulang-ulang karena banyak warga binaan yang punya masalah ingatan. Namun, 703 warga binaan itu saat ini diketahui dalam kondisi stabil.

"Kadang-kadang daya ingat mereka yang tidak lekang. Kalau kita mungkin dikasih sosialisasi pertama sudah langsung ingat, kalau mereka kan tidak," ujar Tuti.

Selain 703 warga binaan di atas, ada 380 warga binaan lainnya yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Khusus karena baru saja masuk ke Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2.

Baca juga: Memahami Pemilih dengan Gangguan Jiwa dan Berkebutuhan Khusus...

"Dia kan punya NIK, ketika dia ada kesempatan, ada sisa-sisa surat suara, ada waktu masih tersedia, masuk ke TPS, ucap Tuti.

Di samping itu, 172 warga telah diberikan form A5 untuk dijamin hak pilihnya kendati telah dipindahkan ke panti lain. Sedangkan, 262 lainnya sudah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Lima TPS akan didirikan di dalam area panti untuk mengakomodir para warga binaan. Adapun Panti Bila Laras Harapan Sentosa 2 menampung orang dengan gangguan jiwa yang sedang menjalani rehabilitasi.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum sudah mengumumkan bahwa semua penyandang disabilitas termasuk disabilitas mental memiliki hak suara dalam pencoblosan 17 April 2019.

Tuti mengatakan, warga binaan di panti tersebut sudah mendapat hak suara pada Pemilihan Gubernur DKI 2017 lalu. Namun, saat itu hanya mereka yang mendapat rekomendasi dari psikiater yang dapat memilih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjatuh dari Motor dan Ditangkap Warga di Cilandak, Penipu Ini Mengaku Anggota Polri

Terjatuh dari Motor dan Ditangkap Warga di Cilandak, Penipu Ini Mengaku Anggota Polri

Megapolitan
Maling Motor di Matraman Keluarkan Pistol saat Aksinya Terpergok

Maling Motor di Matraman Keluarkan Pistol saat Aksinya Terpergok

Megapolitan
Cerita Korban Tembok Roboh di Cengkareng: Balita Tertimbun, Ditemukan Selamat dan Bersimbah Darah

Cerita Korban Tembok Roboh di Cengkareng: Balita Tertimbun, Ditemukan Selamat dan Bersimbah Darah

Megapolitan
Korban Kebakaran Pasar Gembrong Tempati Rusun Cipinang Besar Utara secara Gratis, Siswa Dapat Bantuan Seragam

Korban Kebakaran Pasar Gembrong Tempati Rusun Cipinang Besar Utara secara Gratis, Siswa Dapat Bantuan Seragam

Megapolitan
Anies 8 Hari Dinas ke Eropa, Apa Saja Hasilnya?

Anies 8 Hari Dinas ke Eropa, Apa Saja Hasilnya?

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Sekjen PAN Singgung Tweet Pengacara Ade Armando soal 'Ayam Sayur'

Diperiksa Polisi, Sekjen PAN Singgung Tweet Pengacara Ade Armando soal "Ayam Sayur"

Megapolitan
110 Keluarga Korban Kebakaran Pasar Gembrong Mulai Tempati Rusun Cipinang Besar Utara Hari Ini

110 Keluarga Korban Kebakaran Pasar Gembrong Mulai Tempati Rusun Cipinang Besar Utara Hari Ini

Megapolitan
Pria di Bintara Bekasi Ditangkap karena Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Pria di Bintara Bekasi Ditangkap karena Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Megapolitan
Ancol Ditutup untuk Umum pada 4 Juni 2022, Hanya Penonton Formula E yang Bisa Masuk

Ancol Ditutup untuk Umum pada 4 Juni 2022, Hanya Penonton Formula E yang Bisa Masuk

Megapolitan
Rumah di Cilandak Hangus Terbakar, Diduga akibat Anak ODGJ Merokok di Kasur

Rumah di Cilandak Hangus Terbakar, Diduga akibat Anak ODGJ Merokok di Kasur

Megapolitan
Dindik Tangsel Belum Beri Sanksi ke Bocah Pelaku 'Bullying' dan Kekerasan di Serpong, Ini Alasannya

Dindik Tangsel Belum Beri Sanksi ke Bocah Pelaku "Bullying" dan Kekerasan di Serpong, Ini Alasannya

Megapolitan
Tak Terima Ditegur Merokok, Pria di Bintara Bekasi Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Tak Terima Ditegur Merokok, Pria di Bintara Bekasi Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Megapolitan
Sekjen PAN Eddy Soeparno Diperiksa Terkait Laporan terhadap Kuasa Hukum Ade Armando

Sekjen PAN Eddy Soeparno Diperiksa Terkait Laporan terhadap Kuasa Hukum Ade Armando

Megapolitan
Seorang Perempuan Alami Pelecehan Seksual di JPO Kuningan, Pelaku Ditangkap Warga

Seorang Perempuan Alami Pelecehan Seksual di JPO Kuningan, Pelaku Ditangkap Warga

Megapolitan
Tembok Roboh di Cengkareng, 4 Orang Terluka, Salah Satunya Balita 2 Tahun

Tembok Roboh di Cengkareng, 4 Orang Terluka, Salah Satunya Balita 2 Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.