Anies Ungkap Kemajuan di Pulau Sebira yang Menggembirakan

Kompas.com - 16/04/2019, 17:36 WIB
Seorang warga Pulau Sebira memeluk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (16/4/2019). Kunjungan Anies adalah kunjungan kedua Gubernur DKI Jakarta ke Pulau Sebira setelah sebelumnya pulau ini dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto pada tahun 1985. Kompas.com / Tatang GuritnoSeorang warga Pulau Sebira memeluk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (16/4/2019). Kunjungan Anies adalah kunjungan kedua Gubernur DKI Jakarta ke Pulau Sebira setelah sebelumnya pulau ini dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto pada tahun 1985.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tak ingin Pulau Sebira, Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi wilayah bagian DKI Jakarta yang tertinggal.

Menurut Anies meski letaknya paling jauh jika diukur dari Balai Kota Jakarta, namun pembangunannya tak boleh kalah dibanding wilayah lain.

"Dulu perjalanan dari Jakarta ke Sebira butuh waktu delapan jam. Alhamdulillah sejak Februari, perjalanan ke sini dapat ditempuh dalam waktu dua jam," ujar Anies di Pulau Sebira, Selasa (16/4/2019).

Anies menambahkan, waktu tempuh dua jam itu dapat tercapai karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyiapkan kapal setiap tiga hari dalam seminggu sebagai transportasi masyarakat.

Baca juga: Warga Pulau Sebira: Kami Merasa Tak Jadi Anak Tiri Lagi

"Tadi saya sempat ngobrol ke beberapa warga dan mereka menyampaikan betapa berubahnya kehidupan mereka ketika bisa menempuh waktu hanya dua jam ke Jakarta. Dulu istilahnya sampai ke Kamal Muara saja lama sekali," tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Anies juga melihat fasilitas listrik dan air untuk masyarakat Pulau Sebira. Mulai Januari kemarin, warga sudah dapat menikmati listrik selama 24 jam.

"Sebelumnya listrik di sini menyala pada pukul 17.00 WIB sampai 07.00 WIB saja. Sekarang sudah 24 jam. Jadi warga bisa memanfaatkannya untuk kegiatan produktif seperti menjalankan industri kecil," kata Anies.

Baca juga: Dishub DKI Operasikan Kapal ke Pulau Sebira

Anies pun turut merasakan air minum hasil olahan alat bernama Backrish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang mengubah air payau menjadi layak dikonsumsi.

Dia menyebut air tersebut rasanya tak kalah dengan air yang dijual komersil oleh perusahaan air minum swasta.

"Sekarang pengolahan air itu dikelola pemerintah, dan volume produksinya meningkat drastis, tidak hanya memenuhi kebutuhan air warga tapi juga dijual Rp 500 per galon untuk warga dari wilayah lain," ujarnya.

Baca juga: Dikunjungi Sandiaga, Warga Pulau Sebira Minta Aliran Listrik 24 Jam

Anies menyampaikan, saat ini, berbagai fasilitas umum untuk kebutuhan Warga Pulau Sebira sudah terpenuhi, mulai dari tranportasi, listrik, dan air bersih.

Dalam kunjungannya tersebut, Anies juga ditemani Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, serta Ketua KPU Kepulauan Seribu Murhofik.

Betty memaparkan, dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pulau Sebira sudah siap secara fasilitas, dan logistik Pemilu yang dijadwalkan tiba 14.00 WIB siang tadi.

Baca juga: Pak Wagub Sandiaga ke Pulau Sebira Cuma 2 Jam, Warga Biasanya 9 Jam

"TPS sudah siap semuanya, dan besok 416 pemilih sudah terfasilitasi untuk menggunakan hak pilihnya besok," ucap Betty.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Libur Panjang Akhir Pekan, Belum ada Lonjakan Penumpang di Terminal Kalideres

Jelang Libur Panjang Akhir Pekan, Belum ada Lonjakan Penumpang di Terminal Kalideres

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah di Pasar Rebo

Seorang Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah di Pasar Rebo

Megapolitan
Polisi Imbau Masyarakat Bersepeda Secara Berkelompok untuk Hindari Begal

Polisi Imbau Masyarakat Bersepeda Secara Berkelompok untuk Hindari Begal

Megapolitan
Arus Lalu Lintas Padat, Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Cikampek Km 47

Arus Lalu Lintas Padat, Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Cikampek Km 47

Megapolitan
Kronologi Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota, Ancam Membakar hingga Mengaku Dianiaya Anggota TNI

Kronologi Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota, Ancam Membakar hingga Mengaku Dianiaya Anggota TNI

Megapolitan
Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

Megapolitan
Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

Megapolitan
Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

Megapolitan
Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

Megapolitan
Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

Megapolitan
Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

Megapolitan
Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

Megapolitan
Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Megapolitan
Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X